bisnis

Arab Saudi akan terbitkan sukuk untuk dana pembangunan perumahan

Paling lambat akhir tahun depan atau 2018.

09 Juni 2016 08:02

Arab Saudi berencana menerbitkan sukuk untuk dana pembangunan perumahan paling lambat akhir 2017/2018.

"Program sukuk itu khusus buat dana pembangunan real estat," kata Menteri Perumahan Arab Saudi Majid al-Hogail dalam sebuah jumpa pers. Dia bilang dana pembangunan perumahan itu merupakan pembiaya terbesar bagi sektor perumahan dan sudah memiliki portofolio sekitar US$ 50,67 miliar.

Hogail yakin penerbitan sukuk itu bisa mendatangkan dana segar buat merealisasikan program perumahan di negara Kabah itu.

Arab Saudi memang mengalami krisis perumahan. Banyak warga Saudi belum mempunyai tempat tinggal sendiri karena harganya kelewat mahal. Tingginya harga rumah disebabkan pula oleh minimnya pasokan akibat banyaknya tanah dibiarkan kosong oleh para pemiliknya.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.





comments powered by Disqus