bisnis

Saudi izinkan seratus persen kepemilikan asing di sektor ritel dan grosir

Kabinet Saudi juga setujui pajak 2,5 persen etahun atas tanah kosong di atas lima ribu meter persegi.

14 Juni 2016 16:21

Kabinet Arab Saudi telah menyetujui seratus persen kepemilikan asing di sektor ritel dan grosir, seperti dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency kemarin.

Negara Kabah itu sebelumnya hanya membolehkan investor asing menguasai maksimum 75 persen saham di ritel dan grosir.

Kabinet Arab Saudi juga menyepakati soal pajak 2,5 persen per tahun atas tanah kosong sebenarnya dirancang buat pembangunan permukiman atau komersial. Pajak ini berlaku bagi pemilik tanah di atas lima ribu meter persegi.

Kebijakan ini buat membantu mengatasi krisis perumahan melanda Saudi. Pajak atas tanah kosong ini menekan para pemilik tanah untuk menjual lahannya sehingga bisa dibeli pengembang.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi bulan ini akan gelontorkan bantuan uang tunai sebesar Rp 7,2 triliun bagi 10,4 juta warganya

Rata-rata tiap keluarga memperoleh Rp 4 juta saban bulan. Program ini dimulai sejak Desember 2017 setelah Saudi melakukan liberalisasi ekonomi.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Sudan naikkan harga bensin dan solar setelah hapus subsidi

Sudan masih memberlakukan subsidi terhadap gas untuk memasak, minyak tanah, tepung gandum, dan obat-obatan.

Kantor pusat Quadream berada di lantai 19 dari gedung berlokasi di Ramat Gan, Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Rakoon/Haaretz)

Bin Salman berlangganan dua aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel

Aplikasi Reign bikinan perusahaan Quadream ini juga sudah dipakai oleh sebuah lembaga resmi di Indonesia.





comments powered by Disqus