bisnis

Pertamina berminat ikut tender proyek ladang minyak Iran

Iran musim panas ini bakal membuka tender buat pengelolaan 10-15 ladang minyak.

28 Juni 2016 07:49

PT Pertamina (Persero) berminat mengikuti tender proyek ladang minyak di Iran, dijadwalkan dibuka musim panas ini.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro bilang pihaknya sedang menjajaki peluang namun belum sampai mengambil keputusan. "Kami melihat adalah hal luar biasa kami dapat berpartisipasi di blok-blok minyak dan gas Iran memiliki cadangan raksasa," katanya kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp pagi ini.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh sudah mengatakan kontrak investasi minyak dan gas model baru akan diluncurkan musim panas ini. Perusahaan-perusahaan internasional akan diundang buat ikut tender proyek pengelolaan 10-15 ladang minyak, seperti dilansir kantor berita Shana.

IPC (Kontrak Minyak Iran) merupakan inti dari rencana negara Mullah itu buat menaikkan produksi minyak mentahnya ke level sebelum terkena sanksi ekonomi, yakni empat juta barel sehari. Iran, juga anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak), sangat membutuhkan investasi asing senilai US$ 200 miliar buat mencapai tujuan itu.

Wianda tidak menyebut seberapa besar peluang Pertamina bisa menang tender menghadapi perusahaa-perusahaan minyak raksasa dunia. "Kami akan teliti dan cermat dalam melakukan kajian sebagai dasar pengambilan keputusan ke depan," ujarnya.

Perusahaan-perusahaan besar asing mengatakan mereka akan kembali berinvestasi di Iran bila ada perubahan mendasar atas model kontrak beli kembali pernah berlaku pada 1990-an. Total atau Eni mengaku kontrak jenis itu bukan saja tidak menguntungkan malah merugikan mereka. 

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC dan Pertamina teken perjanjian pengembangan minyak dan gas

Ruang lingkup proyek tercakup dalam perjanjian termasuk investasi Uni Emirat Arab (UEA) di sektor hulu minyak dan gas, kilang dan petrokimian, LNG, LPG, avtur, dan stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

Kilang minyak. (Gulf Business)

Pertamina gandeng perusahaan asal Oman buat bangun kilang di Bontang

Pertamina berharap kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari itu bisa beroperasi pada 2025.





comments powered by Disqus