bisnis

Mesir sepakati lima kontrak eksplorasi minyak dan gas

Empat kesepakatan pengeboran dan produksi dengan perusahaan asing itu untuk blok di lepas pantai Mediterania, yakni antara perusahaan gas negara EGAS dengan British Petroleum, Eni, Total, dan Edison.

11 Agustus 2016 13:02

Menteri Perminyakan Mesir Tarik al-Mulla kemarin bilang pemerintahnya telah menyepakati lima kontrak pengeboran dan eksplorasi minyak serta gas dengan empat perusahaan asing dan satu perusahaan lokal.

Mesir, dulunya negara pengekspor minyak, kini menjadi importir murni karena melorotnya produksi minyak dan gas mereka serta meningkatnya konsumsi dalam negeri. Negara Nil ini berupaya mempercepat produksi setelah ditemukan sumber minyak dan gas baru.

Empat kesepakatan pengeboran dan produksi dengan perusahaan asing itu untuk blok di lepas pantai Mediterania, yakni antara perusahaan gas negara EGAS dengan British Petroleum, Eni, Total, dan Edison. Satu kontrak lainnya untuk pengeboran minyak di Teluk Suez, antara EGPC dan perusahaan lokal Trident Petroleum.

Mesir saat ini menghasilkan sekitar 3,9 miliar kaki kubik gas sehari dan mengimpor 1,1 miliar kaki kubik gas per hari.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit enam negara Arab Teluk tahun ini bisa tembus Rp 2.648 triliun

Utang pemerintah keenam negara Arab Teluk itu sampai 2023 diperkirakan sebesar Rp 4.559,5 triliun.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Empat ribu warga Kuwait tidak bergaji mendaftar buat dapat bantuan fulus

Sebagian besar dari 1,4 juta warga Kuwait bekerja sebagai pegawai negeri. Hanya sepuluh persen menjadi karyawan swasta.





comments powered by Disqus