bisnis

Pertamina teken kerja sama dengan NIOC

MoU itu merupakan kesepakatan kedua setelah pada 30 Mei lalu Pertamina dan NIOC menyepakati pembelian gas alam cair.

12 Agustus 2016 01:15

Pertamina dan National Iranian Oil Company (NIOC) Senin lalu menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang studi pengembangan produksi minyak dan gas di dua ladang minyak di Iran, yaitu Ab Taymur dan Mansuri, terletak di barat daya Ibu Kota Teheran.

Berdasarkan kesepakatan ini, NIOC akan memberikan data teknis kandungan minyak dan gas di kedua ladang minyak itu, sedangkan Pertamina bakal menyampaikan usulan untuk mengembangkan produksi minyak dan gas di sana, seperti dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri.

MoU itu merupakan kesepakatan kedua setelah pada 30 Mei lalu Pertamina dan NIOC menyepakati pembelian gas alam cair, akan dikirim ke Indonesia pada triwulan keempat tahun ini dan tahun depan.

Kedua BUMN (Badan usaha Milik Negara) tersebut juga membahas investasi Iran di Indonesia dalam bentuk pembangunan kilang, termasuk pasokan minyak mentah dan gas terkondensasi. Iran juga berminat mempelajari pengembangan teknologi gas alam cair dari Indonesia.

Tiga kapal patroli Angkatan Laut Iran menangkap kapal tanker MT Hankook Chemi dari Korea Selatan. (Tasnim News Agency)

Tahan kapal tanker Korea Selatan, Iran tuntut Seoul transfer dana hasil penjualan minyak sebesar Rp 99,6 triliun

Uang hasil penjualan minyak Iran itu dibekukan oleh dua bank di Korea Selatan selama 2,5 tahun.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC dan Pertamina teken perjanjian pengembangan minyak dan gas

Ruang lingkup proyek tercakup dalam perjanjian termasuk investasi Uni Emirat Arab (UEA) di sektor hulu minyak dan gas, kilang dan petrokimian, LNG, LPG, avtur, dan stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.





comments powered by Disqus