bisnis

Kuwait negara terburuk bagi ekspatriat

Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi termasuk dalam sepuluh negara terburuk buat pekerja asing wanita.

01 September 2016 18:43

Kuwait menjadi negara terburuk di dunia bagi para pekerja asing menurut sebuah survei terbaru.

Jajak pendapat oleh the Expat Insider 2016 menunjukkan negara Arab Teluk itu menempati peringkat ke-67 dari 67 negara, posisi buncit selama tiga tahun berurutan. Qatar berada di peringkat 60 dan Arab Saudi 67.

Survei ini mengukur kualitas hidup, kemudahan tinggal di negara bersangkutan, keuangan pribadi, bekerja di luar negeri, dan kehidupan keluarga.

Bahrain menjadi negara Arab Teluk di ranking tertinggi dalam jajak pendapat itu, yakni ke-19. Oman di posisi ke-22 dan Uni Emirat Arab (UEA) di tempat ke-40, meski negara ini paling tersohor bagi kaum ekspatriat.

Secara global, Taiwan, Malta, dan Ekuador terpilih sebagai tujuan terbaik buat pekerja migran.

Survei tersebut menunjukkan pula para pekerja asing secara umum tidak puas dengan fasilitas hiburan di enam negara Arab Teluk. Hanya UEA meraup suara lebih ketimbang rata-rata global, yakni 38 persen ekspatriat puas dengan beragam fasilitas hiburan di sana. Sebaliknya, cuma lima persen responden puas atas fasilitas hiburan di Arab Saudi.

Kaum ekspatriat di Bahrain, Kuwait, dan Saudi kurang puas dengan stabilitas politik di ketiga negara ini. Sedangkan 85 persen pekerja asing di Oman dan UEA mengaku senang dengan kestabilan negara tempat mereka bekerja itu.

Kawasan Arab Teluk juga kurang menarik untuk ekspatriat perempuan. Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi termasuk dalam sepuluh negara terburuk buat pekerja asing wanita.

Dua jet Gulfstream 5 merupaan bagian dari skuadron pesawat mata-mata milik Angkatan Udara Israel. (IDF)

Perusahaan Israel dan UEA teken kesepakatan bersejarah untuk perangi Covid-19

Kerjasama ini antara Group 42 dengan Rafael Advanced Defense System dan Israel Aerospace Industries.

Pengendara skuter menutup hidung saat melewati tumpukan sampah di Ibu Kota Beirut, Libanon, Kamis, 23 Juli 2015. (Muhammad Azakir, the Daily Star)

Krisis ekonomi paksa warga Libanon pakai sistem barter buat peroleh kebutuhan dasar

Kursi goyang bayi ditukar dengan susu formula, gaun pengantin dengan alat pengaduk adonan kue elektrik.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Menteri energi Saudi sebut negaranya akan tetap jadi produsen minyak terbesar hingga 2050

Arab Saudi saat ini merupakan penghasil minyak dengan ongkos termurah sejagat, yakni US$ 3 per barel.





comments powered by Disqus