bisnis

KBRI Damaskus jadi satu-satunya kedutaan ikut dalam Pameran Rebuild Syria

Dua BUMN konstruksi, Wijaya Karya dan Inka, menampilkan karya mereka.

08 September 2016 13:13

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Damaskus, Suriah, menjadi satu-satunya kedutaan mengikuti Pameran Rebuild Syria (Pembangunan Kembali Suriah) di Damascus Fair Ground, 7—11 September 2016.

Pameran Rebuild Syria diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Suriah itu merupakan puncak dari rangkaian pameran pembangunan kembali Suriah digelar tahun ini, seperti dilansir siaran pers KBRI Damaskus diterima Albalad.co hari ini.

Pameran internasional ini diikuti sekitar 150 perusahaan konstruksi dari dalam dan luar negeri Suriah, seperti Indonesia, Libanon, Iran, Rusia, Belarusia, Prancis, dan Jerman. Pameran dilangsungkan di gedung pameran terbesar kedua di Timur Tengah tersebut ditargetkan akan dihadiri lebih dari sepuluh pengunjung.

Berbeda dengan stand dari negara lain diikuti oleh perusahaan swasta, gerai Indonesia diisi langsung oleh KBRI dengan menampilkan jasa konstruksi dari dua BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Indonesia, yakni PT Wijaya Karya Persero (Tbk) dan PT INKA Persero. Wijaya Karya Persero mengirimkan tiga orang dan bahan promosi dalam pameran ini.

Saat mengunjungi stand Indonesia kemarin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Suriah Husain Arnus memuji Indonesia karena selalu hadir dalam pameran pembangunan kembali Suriah.

"Saya bangga menyaksikan Indonesia, negara muslim terbesar di dunia, mengirimkan perusahannya untuk berkontribusi dalam pembangunan kembali Suriah telah dihancurkan oleh para teroris," katanya. "Ini makin menegaskan Indonesia adalah sahabat sejati rakyat Suriah."

Ketika diwawancarai beragam media Suriah, Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto menjelaskan partisipasi Indonesia merupakan wujud dukungan kepada Suriah. "Ini adalah peluang sangat bagus bagi perusahaan Indonesia buat terlibat dalam pembangunan Suriah selepas konflik," ujarnya. "Pameran ini juga merupakan peluang sangat baik untuk memperkenalkan jasa konstruksi terbaik karya anak bangsa Indonesia kepada masyarakat dan pemerintah Suriah."

Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Damaskus Makhya Suminar bilang pihaknya memanfaatkan pameran itu untuk menyebarkan informasi soal pelaksanaan Trade Expo Indonesia, akan diselenggarakan di Jakarta pada 12 – 16 Oktober. "Indonesia tidak pernah absen dalam rangkaian pameran pembangunan Suriah, setelah hadir pada pameran Technobuild Syria pada 16—18 Mei 2016, kini KBRI Damaskus juga menjadi satu-satunya kedutaan berpartisipasi di pameran puncak Rebuild Syria ini," tuturnya.

Menurut Bimo Prasetyo, Manajer Divisi Operasi wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara PT WIKA, perusahaannya telah memiliki jam terbang tinggi dalam bidang konstruksi di mancanegara, seperti Arab Saudi, Tunisia, Aljazair, dan Maroko. "Kini saatnya kami menjajaki pasar baru di Suriah, terutama dalam kerangka pembangunan Suriah sehabis konflik."

Selama kunjugan ke Suriah, delegasi PT WIKA dijadwalkan bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Husain Arnus dan asosiasi pengusaha konstruksi.

Peta Arab Saudi. (Arab News)

Kereta Trans Arab Teluk mulai beroperasi pada 2023

Di tahap pertama, proyek senilai Rp 217,8 triliun ini bakal menghubungkan Arab Saudi, UEA, dan Oman.

Dua jet Gulfstream 5 merupaan bagian dari skuadron pesawat mata-mata milik Angkatan Udara Israel. (IDF)

Perusahaan Israel dan UEA teken kesepakatan bersejarah untuk perangi Covid-19

Kerjasama ini antara Group 42 dengan Rafael Advanced Defense System dan Israel Aerospace Industries.

Pengendara skuter menutup hidung saat melewati tumpukan sampah di Ibu Kota Beirut, Libanon, Kamis, 23 Juli 2015. (Muhammad Azakir, the Daily Star)

Krisis ekonomi paksa warga Libanon pakai sistem barter buat peroleh kebutuhan dasar

Kursi goyang bayi ditukar dengan susu formula, gaun pengantin dengan alat pengaduk adonan kue elektrik.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.





comments powered by Disqus