bisnis

Libya mulai ekspor minyak lagi

National Oil Company mengatakan produksi minyak Libya saat ini 450 ribu barel per hari.

21 September 2016 22:40

Libya mulai mengekspor minyak mentahnya lagi, yang pertama sejak 2014. Seorang juru bicara National Oil Corporation, perusahaan minyak kepunyaan pemerintah Libya, bilang ekspor perdana itu berlangsung Selasa malam lalu.

Dia mengungkapkan sebuah kapal tanker mengangkut 670 ribu barel minyak mentah meninggalkan terminal Ras Lanuf, pengiriman pertama dari pelabuhan dibuka kembali setahun setelah diblokade pengunjuk rasa bersenjata.

Ekspor minyak ini merupakan perkembangan positif bagi pemerintahan pusat Libya, terbelah dua antara di Tripoli dan Tobruk, di sebelah timur Libya. Dua rezim ini pernah terlibat pertempuran sengit menggunakan roket dan artileri di Tripoli selama sebulan.

Hingga April lalu, kubu Tobruk meminta otonomi lebih besar atas wilayah timur Libya mereka kuasai, memiliki empat dari lima pelabuhan minyak. Penguasaan oleh pemberontak di Tobruk ini mengakibatkan kapasitas ekspor minyak Libya harusnya 1,25 juta barel sehari turun menjadi setengahnya.

Produksi minyak Libya juga melorot. National Oil Company mengatakan produksi minyak Libya saat ini 450 ribu barel per hari.

Kepal tanker meninggalkan pelabuhan di Ras Lanuf Selasa malam lalu, Gemini Sun, dicarter oleh perusahaan energi asal Austria, OMV, dan berlayar menuju Malta kemarin.

Pesawat Airbus A220 milik EgyptAir, maskapai kepunyaan pemerintah Mesir. (Airbus.com)

Mesir berencana buka penerbangan langsung ke Tel Aviv

Selama beberapa dasawarsa terakhir, rute ke Israel dioperasikan oleh Air Sinai dengan syarat tidak boleh ada bendera Mesir di tubuh pesawat. 

Pesawat Etihad Airways, maskapai asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berencana membuka rute penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Maret 2021. (Etihad Airways)

Pandemi Covid-19 sebabkan Etihad rugi Rp 24,3 triliun tahun lalu

Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi Rp 104,5 triliun.

Fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada 4 Maret 2021 diserang oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (Twitter)

Al-Hutiyun serang fasilitas minyak Aramco di Jeddah

Al-Hutiyun juga menggunakan peluru kendali Quds 2 saat menyerang lokasi serupa November tahun lalu.

Helikopter nirawak jenis VRT 300 buatan VR-Technologies, produsen helikopter dan pesawat nirawak asal Rusia. (vrtech.aero)

UEA beli 50 persen saham perusahaan produsen helikopter asal Rusia

UEA berencana membeli seratus helikopter VRT 300 dan VRT 500 untuk armada kepolisiannya.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Mesir berencana buka penerbangan langsung ke Tel Aviv

Selama beberapa dasawarsa terakhir, rute ke Israel dioperasikan oleh Air Sinai dengan syarat tidak boleh ada bendera Mesir di tubuh pesawat. 

05 Maret 2021

TERSOHOR