bisnis

Bank sentral Saudi akan suntikkan dana US$ 5,3 miliar buat stabilitas keuangan

SAMA juga bilang akan menyuntikkan dana dalam bentuk deposito berjangka atas nama entitas-entitas pemerintah untuk menyokong stabilitas keuangan.

26 September 2016 11:37

Bank sentral Arab Saudi, the Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA), bakal menaruh deposito 20 miliar riyal (US$ 5,3 miliar) di bank-bank komersial dan memberlakukan dua instrumen pasar keuangan baru untuk menangani kenaikan suku bunga lantaran melorotnya harga minyak mentah global.

Lewat keterangan tertulis kemarin, SAMA juga bilang akan menyuntikkan dana dalam bentuk deposito berjangka atas nama entitas-entitas pemerintah untuk menyokong stabilitas keuangan. Namun SAMA menolak menyebut nama-nama entitas pemerintah atau detail lain.

SAMA bakal pula memberlakukan pembelian kembali bermasa tujuh dan 28 hari untuk meminjamkan dana kepada bank-bank bila diperlukan. SAMA biasanya memiliki deposito berjangka satu hari.

Pengumuman SAMA itu merupakan upaya untuk membikin manajemen pasar uang Arab Saudi lebih transparan dan terduga, sehingga bisa mengurangi kecemasan para investor.

Melalui pernyataan kemarin pula, SAMA menegaskan lagi, sistem perbankan negara Kabah itu dalam keadaan sehat, dengan jumlah kredit macet tidak lebih dari 1,3 persen dibanding total pinjaman.

Kantor pemerintah Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

UEA izinkan orang asing miliki seratus persen saham perusahaan

Aturan itu merupakan bagian dari upaya negara Arab Teluk ini membuka ekonominya bagi semua warga negara asing.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Google akan pasang kabel Internet menghubungkan Arab Saudi dan Israel

Kabel fiber optik Saudi-Israel ini bagian dari proyek pembangunan jaringan Internet global baru dari India sampai Eropa. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Aramco akan jual surat utang untuk bayar dividen

Aramco mesti membayar dividen US$ 37,5 miliar untuk semester kedua tahun ini.

Pesawat Etihad Airways, maskapai asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berencana membuka rute penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Maret 2021. (Etihad Airways)

Etihad buka rute penerbangan ke Tel Aviv mulai Maret 2021

Maskapai terbesar kedua di UEA setelah Emirates Airline ini memiliki 104 pesawat.





comments powered by Disqus