bisnis

Saudi berlakukan tarif visa

Untuk visa sekali kunjungan dua ribu riyal, sedangkan visa bolak balik bermasa setengah tahun tiga ribu riyal, berjangka setahun lima ribu riyal, dan visa bolak balik buat dua tahun harganya delapan ribu riyal.

03 Oktober 2016 05:52

Arab Saudi mulai memberlakukan tarif visa sejak kemarin, sebagai bagian dari kebijakan untuk tidak lagi mengandalkan pendapatan negara dari sektor minyak.

Tarif visa itu berlaku bagi pelancong, jamaah umrah atau haji, dan pebisnis. Hanya saja, tarif visa ini tidak dikenakan kepada jamaah umrah atau haji untuk pertama kali.

Untuk visa sekali kunjungan dua ribu riyal, sedangkan visa bolak balik bermasa setengah tahun tiga ribu riyal, berjangka setahun lima ribu riyal, dan visa bolak balik buat dua tahun harganya delapan ribu riyal.

Visa transit sebesar 300 riyal juga diberlakukan.

Melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014 membikin Arab Saudi melakukan reformasi, termasuk privatisasi, mencabut subsidi energi, dan rencana menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai) sudah disepakati dengan lima negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) lainnya.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.





comments powered by Disqus