bisnis

Arab Saudi beralih ke kalender Masehi

Berlaku mulai 1 Oktober tahun ini.

03 Oktober 2016 21:54

Mulai 1 Oktober tahun ini Arab Saudi beralih ke kalender Masehi sesuai tahun anggaran fiskal, untuk pembayaran gaji, bonus, dan tunjangan lainnya bagi seluruh pegawai negeri. Kebijakan ini sejalan dengan pembayaran gaji di sektor swasta.

Kabinet Arab Saudi menyetujui perubahan ke penanggalan Masehi itu Rabu pekan lalu. Sejak berdiri pada 1932, negara Kabah ini selalu memakai kalender Hijriyah

Keputusan mengganti kalender Hijriyah dengan Masehi terjadi dua hari setelah rapat mingguan kabinet dipimpin Raja Salman bin Abdul Aziz Senin pekan lalu memutuskan memotong 20 persen gaji menteri dan pejabat setingkat menteri, serta pengurangan 15 persen subsidi atas anggota Dewan Syura.

Kebijakan ini juga bagian dari upaya penghematan anggaran dilakukan oleh Arab Saudi, akibat defisit lantaran melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.  

Arab Saudi telah mencabut subsidi energi, memberlakukan tarif visa bagi pelancong, jamaah umrah atau haji, dan pebisnis. Bersama lima negara Arab Teluk lainnya, Saudi berencana menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai).

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 698 triliun pada 2020

IMF pernah memprediksi Saudi bebas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.





comments powered by Disqus