bisnis

Arab Saudi dapat peringkat utang AA- dari Fitch

Ada sejumlah risiko bakal dihadapi negara Kabah itu, termasuk melorotnya jumlah cadangan devisa dan kemungkinan meluasnya konflik bersenjata di kawasan.

14 Oktober 2016 05:41

Fitch memberikan Arab Saudi peringkat utang AA- dengan harapan negatif.

Lembaga pemeringkatan internasional ini menjelaskan ada sejumlah risiko bakal dihadapi negara Kabah itu, termasuk melorotnya jumlah cadangan devisa dan kemungkinan meluasnya konflik bersenjata di kawasan.

"Cadangan devisa Saudi terus tergerus akibat melemahnya harga minyak global," kata Fitch.

Sejak pertengahan 2014, harga minyak dunia anjlok hingga setengahnya dari level di atas US$ 100 sebarel. Bahkan awal tahun ini sempat menyentuh angka di bawah US$ 30 per barel.

Sebagai bagian dari penghematan, Saudi mencabut telah subsidi air, listrik, dan bahan bakar, serta mengurangi gaji pegawai negeri. Jumlah devisa dihemat dari kebijakan ini mencapai US$ 60 miliar setahun.

Untuk mengurangi defisit Arab Saudi juga berencana menjual obligasi bernilai hingga US$ 10 miliar di pasar internasional. Riyadh telah menunjuk Citigroup, HSBC, dan JP Morgan sebagai koordinator untuk penjualan surat utang negara itu.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 698 triliun pada 2020

IMF pernah memprediksi Saudi bebas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.





comments powered by Disqus