bisnis

UEA tidak berencana berlakukan pajak pendapatan pribadi

Awal pekan ini, kabinet UEA menyetujui anggaran 48,7 miliar dirham (US$ 13,3 miliar) untuk 2017.

01 November 2016 22:17

Uni Emirat Arab (UEA) tidak berencana memberlakukan pajak pendapatan pribadi sebagai salah satu cara untuk menggenjot pendapatan negara di tengah lesunya harga minyak mentah global.

Pejabat dari Kementerian Keuangan UEA, Yunis al-Khouri, mengatakan kepada surat kabar Al-Bayan, selain tidak ada rencana soal penerapan pajak pendapatan pribadi, negara Arab Teluk ini juga tidak akan menaikkan lagi beragam tarif layanan pemerintah.

Enam negara Arab Teluk tergabung dalam organisasi GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain - memang tengah dilanda defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Mereka berencana menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai) mulai 2018.

Awal pekan ini, kabinet UEA menyetujui anggaran 48,7 miliar dirham (US$ 13,3 miliar) untuk 2017. Khouri bilang proyek-proyek dianggarkan itu tidak mengandalkan pajak-pajak baru atau pendapatan dari VAT. Dia menegaskan anggaran tahun depan ini tidak terpengaruh oleh harga minyak dunia.

Soal pajak peendapatan perusahaan, dia menambahkan, hasil kajiannya sudah diserahkan kepada kabinet.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Gulf Business)

Oman jadi negara Arab Teluk keempat berlakukan VAT

Oman memprediksi dari pemberlakuan VAT mulai tahun ini bisa meraup US$ 1,04 miliar atau 1,5 persen dari produk domestik bruto. 

Kapal supertanker mampu mengangkut sekitar dua juta barel minyak milik Abu Dhabi National Oil Company. (WAM)

ADNOC beli dua kapal supertanker berkapasitas dua juta barel minyak

Masing-masing kapal supertanker itu mampu mengangkut dua juta barel minyak.

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.

Kapal kargo MV Ever Given menutup jalur pelayaran di Terusan Suez, Mesir sejak 23 Maret 2021. (Suez Canal Authority)

Mesir beruding dengan pemilik kapal MV Ever Given soal kompensasi sebesar US$ 1 miliar

Terjepitnya MV Ever Given sehingga menutup jalur pelayaran di Terusan Suez merupakan kejadian pertama sejak kanal itu beroperasi 150 tahun lalu.





comments powered by Disqus