bisnis

Menteri energi Saudi sebut pengurangan produksi OPEC penting sekali

Para pejabat OPEC September lalu menjelaskan mereka ingin total pengurangan produksi antara 32,5-33 juta barel per hari.

14 November 2016 04:37

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih bilang penting sekali bagi seluruh anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) buat memfinalisasi kesepakatan pengurangan produksi agar harga minyak dunia kembali terkerek, seperti dilansir kantor berita APS kemarin.

Falih bertemu koleganya dari Aljazair Sabtu lalu. Dia menyerukan semua anggota OPEC untuk menaati kesepakatan pengurangan produksi hingga 750 ribu barel sehari untuk tiap anggota. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan OPEC September lalu di Ibu Kota Aljir, Aljazair.

"Dalam periode ditandai oleh ketidakstabilan harga minyak ini, amat penting untuk mencapai sebuah konsensus di kalangan anggota OPEC dan buat menyetujui sebuah mekanisme efektif serta memastikan angkanya untuk mengaktifkan perjanjian Aljir bersejarah," kata Falih.

Harga minyak global anjlok sejak pertengahan 2014 karena kelebihan pasokan. Situasi ini memicu defisit bagi enam negara Arab Teluk.

Kesepakatan Aljir itu masih perlu difinalisasi paling lambat 30 November, ketika OPEC menggelar konferensi di Ibu Kota Wina, Austria.

Falih mengatakan dia optimistis kesepakatan Aljir akan dilaksanakan.  

Para pejabat OPEC September lalu menjelaskan mereka ingin total pengurangan produksi antara 32,5-33 juta barel per hari.

Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail al-Mazrui. (YouTube)

UEA tolak perpanjangan kesepakatan pengurangan produksi minyak OPEC+ hingga akhir 2022

OPEC+ menghadapi dua pilihan: menyerah kepada tuntutan UEA atau gagal memperpanjang kesepakatan sampai Desember 2022 sehingga bisa memicu harga minyak mentah dunia melonjak drastis.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Sepuluh negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

OPEC memproduksi 41 persen dari total produksi minyak dunia. Pada 2018, 13 negara anggota OPEC mengekspor 25 juta barel minyak sehari atau 54 persen dari total ekspor minyak dunia sebesar 46 juta barel per hari.

Kilang milik Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia kepunyaan Arab Saudi. (saudiaramco.com)

OPEC dan non-OPEC sepakat kurangi produksi minyak 10 juta barel sehari pada Mei dan Juni

Arab Saudi tadinya berencana memproduksi 12,6 juta barel minyak per hari mulai 1 April.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pembajakan kapal sedang terjadi di perairan UEA

Pekan lalu, sebuah kapal tanker dioperasikan oleh perusahaan milik konglomerat Israel diserang dan menewaskan dua krunya.

04 Agustus 2021

TERSOHOR