bisnis

Arab Saudi akan berlakukan VAT seratus persen terhadap tembakau

Diterapkan mulai kuartal kedua 2017.

30 Desember 2016 10:16

Arab Saudi akan memberlakukan VAT (pajak pertmabahn nilai) terhadap tembakau dan semua produk turunannya.

Dr Muhammad Yamani, Direktur Naqa, lembaga nirlaba memerangi kebiasaan merokok di Arab Saudi, mengungkapkan VAT atas tembakau dan produk turunannya bakal diterapkan di negara Kabah itu mulai kuartal kedua tahun depan. "Itu sebuah langkah positif dan penting buat memberantas kebiasaan tidak sehat," katanya.

Pemberlakukan VAT merupakan salah satu kebijakan diambil enam negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit, akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) beranggotakan Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman sudah menyepakati penerapan VAT 50 persen terhadap makanan dan minuman ringan serta seratus persen bagi tembakau dan produk turunannya.

Yamani mengakui Saudi merupakan salah satu negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia. Sekitar 14 persen pengisap rokok di Saudi berusia remaja dan tujuh persen lainnya kaum hawa.

Dia menambahkan jika VAT diberlakukan harga rokok akan naik karena selama ini harga per bungkus rokok di Saudi lebih rendah dibanding standar internasional. Dia berharap harga tiap bungkus rokok di negeri Dua Kota Suci itu 35-40 riyal. Meski begitu dia mengakui, "Kenaikan harga rokok tidak akan mencegah orang buat merokok tapi mengurangi jumlah perokok."

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpose bareng anjing peliharaan keluarganya, Kaiya, di kediaman resminya di Yerusalem. (@netanyahu/Twitter)

Netanyahu luncurkan bantuan uang tunai bagi warga terdampak Covid-19

Warga Israel bekerja serabutan akan menerima bantuan fulus hingga Rp 31,2 juta.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (George Mathew/Flickr)

Bahrain tanggung 50 persen gaji semua warganya bekerja di perusahaan swasta

Bahrain juga menggratiskan tarif listrik dan air bagi warganya. Kebijakan ini sudah berlangsung sejak April lalu.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.





comments powered by Disqus