bisnis

Saudi turunkan produksi minyak menjadi di bawah 10 juta barel

Arab Saudi berjanji mengurangi lagi produksinya bulan depan.

13 Januari 2017 10:38

Arab Saudi telah mengurangi produksi minyaknya sehingga terendah dalam dua tahun terakhir. Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih bilang negaranya menurunkan produksi menjadi di bawah sepuluh juta barel sehari, lebih dari yang dijanjikan.

Langkah negara Kabah itu sesuai kesepakatan dicapai antara OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan negara-negara non-OPEC Desember lalu. Perjanjian itu dibuat untuk mengerek harga minyak mentah global, anjlok sejak pertengahan 2014.

Sesuai kesepakatan itu, pertama sejak 2001, produsen minyak OPEC dan non-OPEC menyetujui total pengurangan produksi hampir 1,8 juta barel sehari. Perjanjian ini berlaku hingga Juni mendatang.

Berbicara kemarin di the Atlantic Council Global Energy Forum di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Falih menjelaskan Saudi sudah mengurangi produksi minyak sedikit di bawah sepuluh juta barel per hari. Negaranya berjanji menurunkan lagi produksinya bulan depan.

Ini berarti Arab Saudi telah memotong produksi minyaknya lebih dari 486 ribu barel tiap hari. Dia yakin kesepakatan pembatasan produksi melibatkan 25 negara itu akan membantu menyeimbangkan situasi pasar. "Saya percaya perjanjian ini akan menciptakan stabilitas terhadap pasar minyak global," katanya.

Falin memperkirakan harga emas hitam itu akan mulai stabil dalam dua atau tiga tahun mendatang. Namun dia menekankan negaranya tidak menyasar harga tertentu. "Kami ingin harga mendukung produksi dan konsumsi berkelanjutan," ujarnya.

Harga minyak mentah dunia melorot dari US$ 100 lebih per barel pada Juni 2014 menjadi terendah dalam 13 tahun terakhir, kurang dari US$ 30 awal tahun lalu.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Menteri energi Saudi sebut negaranya akan tetap jadi produsen minyak terbesar hingga 2050

Arab Saudi saat ini merupakan penghasil minyak dengan ongkos termurah sejagat, yakni US$ 3 per barel.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Sepuluh negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

OPEC memproduksi 41 persen dari total produksi minyak dunia. Pada 2018, 13 negara anggota OPEC mengekspor 25 juta barel minyak sehari atau 54 persen dari total ekspor minyak dunia sebesar 46 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.





comments powered by Disqus