bisnis

Saudi sebut kesepakatan pengurangan produksi minyak bisa diperpanjang

Kesepakatan dicapai antara OPEC dan produsen non-OPEC Desember lalu berlaku hingga Juni tahun ini.

20 Januari 2017 11:24

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih bilang kesepakatan pengurangan produksi minyak global bisa diperpanjang bila diperlukan.

"Kalau diperlukan, tentu saja (kesepakatan itu) bisa diperpanjang," kata Falih saat berbicara dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Kota Davos, Swiss. Namun dia memperingatkan hal ini bisa mengakibatkan berkurangnya pasokan minyak mentah dunia.

Sebanyak 13 anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan negara produsen minyak non-OPEC Desember lalu sepakat untuk menurunkan produksi buat mebgerek harga minyak mentah global, anjlok sejak pertengahan 2014. Ini merupakan ksepakatan OPEC dan non-OPEC pertama sejak 2001.

Sesuai persetujuan itu, produksi OPEC berkurang 1,2 juta barel menjadi 32,5 juta barel sehari. Sedangkan produsen non-OPEC, termasuk Rusia, setuju memotong produksi 558 ribu barel per hari. Perjanjian tersebutĀ berlaku mulai Jabuari hingga Juni tahun ini.

Secara prinsip, Falih menekankan perpanjangan kesepakatan pengurangan produksi tidak diperlukan. Dia menambahkan OPEC bakal menggelar pertemuan untuk membahas perkembangan harga minyak setelah kesepakatan pengurangan produksi dijalankan.

Harga emas hitam dunia meroket sampai lebih dari US$ 100 tiap barel pada Juni 2014 sebelum anjlok hingga di bawah US$ 30 sebarel Januari tahun lalu.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Sepuluh negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

OPEC memproduksi 41 persen dari total produksi minyak dunia. Pada 2018, 13 negara anggota OPEC mengekspor 25 juta barel minyak sehari atau 54 persen dari total ekspor minyak dunia sebesar 46 juta barel per hari.

Kilang milik Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia kepunyaan Arab Saudi. (saudiaramco.com)

OPEC dan non-OPEC sepakat kurangi produksi minyak 10 juta barel sehari pada Mei dan Juni

Arab Saudi tadinya berencana memproduksi 12,6 juta barel minyak per hari mulai 1 April.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.





comments powered by Disqus