bisnis

Aramco tunjuk dua perusahaan Amerika buat audit cadangan minyak untuk IPO

Aramco bakal melakukan IPO di semester kedua 2018.

27 Januari 2017 10:06

Perusahaan minyak dan gas Saudi Aramco telah menugaskan dua perusahaan Amerika Serikat untuk mengaudit cadangan minyak dan gas mereka demi kepentingan IPO (penjualan saham perdana).

Sejumlah sumber bilang Aramco, diperkirakan memiliki 15 persen dari total cadangan minyak global, menunjuk Cline and Associates, anak usaha dari perusahaan Baker Hughes-Gaffney, untuk melakukan kajian.

Satu perusahaan lagi untuk tugas serupa adalah DeGolyer and MacNaughton, berpusat di Kota Dallas, merupakan perusahaan tertua di dunia dalam urusan mengaudit cadangan minyak.    

Baker Hughes dan Aramco menolak berkomentar. DeGolyer juga belum menanggapi kabar ini.

IPO bakal dilakukan Aramco, menurut Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih pada semester kedua 2018, diyakini menjadi terbesar sepanjang sejarah dunia. Nilai IPO lima persen saham Aramco itu diprediksi paling sedikit US$ 2,5 triliun.

Aramco, merupakan perusahaan pelat merah Arab Saudi, diperkirakan menguasai cadangan minyak 265 miliar barel.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Saham Aramco dibuka seharga 37 riyal di perdagangan hari ketiga

Aramco sudah menetapkan basis pembagian dividen tahun depan sebesar US$ 75 miliar dan sembilan pertama di tahun ini telah meraup laba US$ 68 miliar.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA temukan cadangan gas terbesar keempat di dunia

UEA merupakan pemasok gas terbesar ketujuh di dunia dan menghasilkan sekitar empat persen dari total produksi minyak global.

10 Februari 2020

TERSOHOR