bisnis

Lima negara muslim mitra dagang terpenting Amerika

Saudi merupakan pengekspor minyak terbesak kedua ke Amerika.

02 Februari 2017 06:07

Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang imigran dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim - Iran, Irak, Suriah, Yaman, Libya, Sudan, dan Somalia - bisa merusak kepentingan negara adikuasa itu dalam skala lebih luas.

Trump meneken surat keputusan soal pelarangan itu dua pekan lalu. Dia beralasan larangan berlaku 90 hari itu untuk mencegah teroris menyusup ke negaranya. Dia juga menolak pengungsi dari seluruh dunia selama 120 hari, namun bagi pengungsi asal Suriah tanpa batas waktu.

Negara-negara muslim itu merupakan salah satu mitra dagang terpenting Amerika. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat, nilai perdagangan dengan negara-negara muslim pada 2015 sebesar US$ 220 miliar.

Berikut lima negara muslim merupakan mitra dagang terpenting Amerika.

Malaysia

Amerika mengalami defisit US$ 22,9 miliar dalam perdagangan dengan Malaysia.

Perusahaan-perusahaan Amerika, termasuk Exxon Mobil, Chevron, Conoco Philips, Murphy Oil, dan Dow Chemical telah berinvestasi miliaran dolar di Malaysia lewat unit-unit usaha dan berpatungan dengan perusahaan-perusahaan lokal.

Ini belum termasuk di sektor layanan keuangan dan manufaktur. Biro Analisa Ekonomi bilang perusahaan-perusahaan Amerika pada 2015 menanamkan modal hampir US$ 14 miliar di Malaysia.

Arab Saudi

Nilai perdagangan barang Amerika-Arab Saudi dalam sebelas bulan pertama tahun lalu sebesar US$ 31 miliar. Amerika mengekspor mobil, mesin industri, peralatan konstruksi, pesawat penumpang, sistem pertahanan, produk-produk teknologi informasi dan perawatan kesehatan ke Saudi.

Sebaliknya, Amerika membeli 386 juta barel minyak dari Arab Saudi pada 2015, menurut Badan Informasi Energi Amerika Serikat. Saudi merupakan pengekspor minyak terbesak kedua ke Amerika.

Perusahaan-perusahaan Amerika telah berinvestasi US$ 10 miliar di Saudi, termasuk US$ 1 miliar dari General Electric.

Uni Emirat Arab

Nilai perdagangan barang Amerika-Uni Emirat Arab (UEA) dalam sebelas bulan pertama tahun lalu sebesar US$ 23,3 miliar.

Lebih dari seribu perusahaan Amerika beroperasi di UEA.

Pabrik Boeing di Timur Tengah berlokasi di Dubai. Ia berpatungan dengan perusahaan investasi setempat, Mubadala, untuk memproduksi suku cadang bagi Boeing 777 dan 787 Dreamliner. Usaha patungan ini terbentuk pada 2013, seniai US$ 2,3 miliar dalam waktu lebih dari sepuluh tahun.

Lockheed Martin, General Electric, dan Exxon Mobil juga memiliki kontrak bisnis jangka panjang di UEA.

Indonesia

Indonesia negara berpenduduk muslim terbesar sejagat.  

Nilai perdagangan barang Amerika-Indonesia dalam sebelas bulan pertama tahun lalu sebesar US$ 23, miliar.

Indonesia, juga tergabung dalam kelompok G20, telah menggaet investasi dari Amerika senilai US$ 13,5 miliar, kebanyakan di sektor pertambangan.

General Motors mempunyai sebuah pabrik di luar Jakarta. Cargill juga hadir di Indonesia.  

Turki

Nilai perdagangan Amerika-Turki tumbuh menjadi US$ 17,4 miliar pada 2015 dari US$ 10,8 miliar di 2009.

Perusahaan-perusahaan Amerika telah berinvestasi US$ 3,6 miliar di Turki dalam beberapa tahun terakhir, terutama di sektor perbankan dan manufaktur.

Ford, Gerenral Electric, dan Unilever beroperasi di Turki. Mempekerjakan lebih dari sepuluh ribu orang, Ford adalah pabrik otomotif terbesar ada di Turki.

Ladang minyak dan gas di Uni Emirat Arab. (energydubai.com)

UEA temukan cadangan gas terbesar keempat di dunia

UEA merupakan pemasok gas terbesar ketujuh di dunia dan menghasilkan sekitar empat persen dari total produksi minyak global.

Pesawat Emirates Airline dan Etihad Airways, dua maskapai asal Uni Emirat Arab. (Gulf News)

UEA hentikan semua rute penerbangan Cina kecuali Beijing

UEA lebih dulu menghentikan rute penerbangan menuju dan dari Wuhan sejak 23 Januari lalu.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA temukan cadangan gas terbesar keempat di dunia

UEA merupakan pemasok gas terbesar ketujuh di dunia dan menghasilkan sekitar empat persen dari total produksi minyak global.

10 Februari 2020

TERSOHOR