bisnis

Aramco siap terbitkan sukuk domestik tahun ini

Aramco berencana IPO tahun depan.

07 Februari 2017 21:12

Sejumlah sumber kemarin mengungkapkan perusahaan minyak dan gas raksasa Saudi Aramco siap menerbitkan sukuk domestik pertamanya tahun ini. Langkah itu diambil untuk membantu mendanai kegiatan Aramco.

Sumber-sumber menolak ditulis identitasnya ini mengaku tidak mengetahui nilai sukuk bakal dirilis perusahaan pelat merah asal Arab Saudi itu.

Seorang juru bicara Aramco tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar atas kabar tersebut.

Menurut Arabian Sun, majalah internal Aramco, direksi perusahaan awal tahun lalu menyetujui pembentukan sebuah program untuk melansir sukuk.

Menteri Energi Arab Saudi sekaligus Chairman Aramco Khalid al-Falih bulan lalu bilang IPO (penjualan saham perdana) Aramco sebesar lima persen akan dilakukan di semester kedua 2018.

Sejumlah pihak menaksir nilai IPO itu paling sedikit US$ 2,5 triliun, yang terbesar sepanjang sejarah.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bikin sejarah, Arab Saudi produksi lebih dari 12 juta barel minyak sehari

Dalam rekaman video pendek, Aramco memperlihatkan 18,8 juta barel minyak tengah dimasukkan ke dalam 15 kapal tanker untuk ekspor.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Mulai April, Aramco akan naikkan produksi minyak menjadi 12,3 juta barel sehari

Suplai 12,3 juta barel minyak itu lebih tinggi 300 ribu barel dari kapasitas maksimum Aramco, yakni 12 juta barel saban hari.





comments powered by Disqus