bisnis

Meski ada moratorium, 2.793 pembantu asal Indonesia dikirim ke Timur Tengah

Saban tahun lima ribu pekerja Indonesia ilegal dikirim ke Timur Tengah dan ini atas sepengetahuan pemerintah.

15 Februari 2017 07:01

Meski pemerintah telah menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Timur Tengah, namun kenyataan berkata sebaliknya. Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidaya bilang sejak ada moratorium, sebanyak 2.793 pembantu rumah tangga tetap diberangkatkan ke Timur Tengah selama 2015-2016.

Dari jumlah itu, Anis menambahkan, 1.021 orang baru berangkat pertama kali dengan modus menggunakan visa umrah, ziarah, dan mengunjungi keluarga. Pengiriman pembantu terbanyak ke Arab Saudi.

"Kebijakan moratorium terbukti tidak efektif," kata Anis dalam sebuah diskusi kemarin di Jakarta. "Meski kebijakan tersebut diniatkan untuk melindungi tenaga kerja Indonesia, penghentian pengiriman pembantu justru meningkatkan risiko perdagangan manusia."

Moratorium ini berdasarkan surat keputusan menteri tenaga kerja nomor 260 tahun 2015 tentang penghentian dan pelarangan penempatan tenaga kerja Indonesia pada pengguna perorangan di negara-negara Timur Tengah. Kebijakan ini berlaku sejak Juli 2015.

Direktur Migrant Institute Muhammad Ardi Chandra menjelaskan bekerja sebagai buruh migran menjadi pilihan satu-satunya bagi warga tanpa pendidikan memadai dan kesulitan mencari pekerjaan. Selain itu permintaan atas tenaga kerja Indonesia di Timur Tengah tinggi. "Maka tidak mengherankan, banyak tenaga kerja Indonesia ilegal setelah implementasi moratorium," ujarnya.

Bahkan, kata dia, menurut data APJATI (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia), saban tahun lima ribu pekerja Indonesia ilegal dikirim ke Timur Tengah dan ini atas sepengetahuan pemerintah.

Sebab itu, Migrant care dan Migrant Institute sama-sama mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Timur Tengah.





Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Pantai di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (labuanbajotour.com)

Qatar akan bangun tiga hotel di Labuan Bajo senilai hampir Rp 7 triliun

Qatar juga mempunyai proyek investasi di kawasan ekonomi khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.   





comments powered by Disqus