bisnis

Israel diam-diam ekspor gas alam ke Yordania

Pengiriman dimulai Januari lalu.

10 Maret 2017 12:48

Israel diam-diam mulai mengekspor gas alam ke Yordania setelah dua perusahaan di negara Bani Hasyim itu - Arab Potash dan Jordan Bromine - terhubung dengan jaringan pipa nasional Israel.

Pengiriman gas kepada dua perusahaan, mengoperasikan pembangkit listrik di Laut Mati, itu dimulai Januari lalu. Namun semua pihak merahasiakan hal ini karena berbisnia dengan Israel merupakan isu sensitif di Yordania, meski kedua negara sudah meneken perjanjian damail pada 1994.

Badan usaha milik negara Arab Potash dan Jordan Bromine menandatangani kontrak tiga tahun lalu untuk membeli gas dari ladang Tamar selama 15 tahun. Kesepakatan senilai US$ 500 juta ini dicapai melalui perantara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Kedua perusahaan itu diyakini membayar US$ 5,50 per juta British thermal units, harga terkait minyak mentah Brent.

Secara teknis, gas itu dijual lewat perusahaan Amerika, NBL: Eastern Mediterranean Marketing, bukan secara langsung oleh pengelola blok gas Tamar, termasuk Noble Energy dari Texas serta dua perusahaan Israel: Delek Group dan Isramco.

Lima bulan lalu, pengelola ladang gas Leviathan, termasuk Nobel serta dua perusahaan Israel - Delek dan Ratio - menandatangani kontrak US$ 10 miliar berjangka 15 tahun buat menjual gas kepada National Electric Power Company di Yordania, juga melalui perantara Amerika. Tapi pengiriman baru bisa dilakoni setelah blok Leviathan berproduksi pada akhir 2019.

Meski banyak warga Yordania berbisnis dengan Israel, tapi Yordania mempunyai sedikit pilihan karena tidak ada sumber gas tersedia atau dapat diandalkan. 

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait akan berhentikan 50 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid as-Sabah Juni lalu mengajukan proposal untuk mengurangi jumlah ekspatriat dari 70 menjadi 30 persen.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit enam negara Arab Teluk tahun ini bisa tembus Rp 2.648 triliun

Utang pemerintah keenam negara Arab Teluk itu sampai 2023 diperkirakan sebesar Rp 4.559,5 triliun.





comments powered by Disqus