bisnis

Arab Saudi tidak akan pungut pajak penghasilan atas warganya

Arab Saudi akan menerapkan pajak 50 persen atas minuman ringan dan seratus persen buat produk tembakau dan minuman berenergi, mulai kuartal kedua tahun ini.

10 April 2017 21:59

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan sekali lagi menegaskan pemerintah tidak akan mengenakan pajak penghasilan terhadap warga negaranya, seperti dilansir Saudi Press Agency.

Dia menekankan pula Arab Saudi tidak bakal menerapkan pajak atas laba perusahaan milik warga negara Kabah itu. Dia menambahkan warga negara dan perusahaan Arab Saudi tidak akan dikenai pajak sebagai bagian dari Visi Arab Saudi 2030, untuk memberagamkan sumber pendapatan negara dan tidak lagi mengandalkan dari minyak.

April tahun lalu, Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bilang negaranya tidak berencana memungut pajak pendapatan, properti, atau komoditas terhadap warga Arab Saudi.

Jadaan membenarkan VAT (pajak pertambahan nilai) diterapkan mulai tahun depan barengan lima negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) lainnya, yaitu Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman. "Tapi besarnya tidak akan lebih dari lima persen sebelum 2020," ujarnya.

Dalam laporan Program Keseimbangan Fiskal 2020 dirilis Desember tahun lalu, pemerintah Arab Saudi mengatakan akan menerapkan pajak 50 persen atas minuman ringan dan seratus persen buat produk tembakau dan minuman berenergi, mulai kuartal kedua tahun ini.

Arab Saudi juga akan menaikkan pajak ekspatriat mesti dibayar pihak sponsor mulai kuartal ketiga 2017. Tarifnya naik saban tahun hingga US$ 213,30 per pekerja asing pada 2020.

Arab Saudi bulan lalu memperkenalkan tarif pajak baru bagi investasi di bidang minyak dan gas. Nilai investasi di atas US$ 100 miliar (375 miliar riyal) bakal dikenai pajak 50 persen. Menurut Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih, tarif itu sesuai standar internasional.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Kadin Arab Saudi minta pajak atas ekspatriat dihapus

Saudi memberlakukan pajak atas tiap ekspatriat sebesar 300-400 riyal tahun ini, 500-600 riyal di 2019, dan 700-800 riyal pada 2020.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

18 September 2019

TERSOHOR