bisnis

Buat gaet investor Cina, Aramco akan gelar rapat di Shanghai

Aramco telah menunjuk sejumlah bank memiliki akses ke investor-investor Cina sebagai konsultan IPO.

11 April 2017 14:26

Direksi Saudi Aramco akan menggelar rapat di Cina bulan depan, pertama dalam tujuh tahun, karena perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Arab Saudi ini berupaya menggaet para investor Cina dan Asia untuk menanamkan modal saat Aramco melakukan IPO (penjualan saham perdana).

Aramco dijadwalkan menjual lima persen sahamnya di Bursa Saham Arab Saudi atau Tadawul dan satu atau lebih pasar saham internasional. IPO Aramco ini direncanakan berlangsung di semester kedua tahun depan.

Menurut sejumlah sumber, dewan direktur Aramco akan mengadakan rapat pada 10 Mei di Kota Shanghai untuk membahas rencana bisnis, investasi, dan persiapan IPO.

Laporan tahunan kinerja Aramco biasanya dirilis setelah pertemuan direksi, kerap dilakukan di luar negeri. Rapat direksi Aramco pernah dilakukan di Cina pada 2010.

Aramco telah menunjuk sejumlah bank internasional memiliki akses ke para investor Cina untuk menjadi konsultan IPO. Isu IPO Aramco dan kemungkinan peran pemodal Cina dibahas dalam lawatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke negara Panda itu bulan lalu.

IPO Aramco diperkirakan bisa meraup modal US$ 100 miliar dan nilai perusahaan ini dapat mencapai US$ 2 triliun. "Partisipasi Cina dalam IPO Aramco akan sangat logis dan strategis," kata Sadad al-Husaini, analis energi dan mantan eksekutif Aramco.

Para pejabat Saudi bilang perusahaan-perusahaan Cina sangat tertarik berinvestasi dalam IPO Aramco karena Cina ingin mengamankan pasokan minyak mentahnya dari negara Kabah itu. 

"Ada dorongan serius dari Aramco bagi para investor Cina untuk menanam modal dalam IPO," ujar seotang sumber industri.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bikin sejarah, Arab Saudi produksi lebih dari 12 juta barel minyak sehari

Dalam rekaman video pendek, Aramco memperlihatkan 18,8 juta barel minyak tengah dimasukkan ke dalam 15 kapal tanker untuk ekspor.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Mulai April, Aramco akan naikkan produksi minyak menjadi 12,3 juta barel sehari

Suplai 12,3 juta barel minyak itu lebih tinggi 300 ribu barel dari kapasitas maksimum Aramco, yakni 12 juta barel saban hari.





comments powered by Disqus