bisnis

Ekspatriat di Saudi dilarang bekerja di pusat belanja

Terdapat sekitar sembilan juta warga asing bekerja di Saudi hingga akhir 2015.

23 April 2017 20:45

Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Arab Saudi Kamis lalu mengumumkan warga negara asing tidak dibolehkan lagi bekerja di pusat-pusat belanja di seantero negara Kabah itu.

Kebijakan itu merupakan upaya Saudi meningkatkan lapangan kerja bagi warganya. Sesuai Visi Arab Saudi 2030, pemerintah berencana mendorong pertumbuhan industri-industri non-minyak, perusahaan kecil dan menengah, serta yang berbasis investasi.

"Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial mengeluarkan keputusan membatasi pekerjaan di mal-mal di seluruh kerajaan hanya untuk lelaki dan perempuan Saudi," kata kementerian melalui Twitter.

Namun tidak ada penjelasan bagaimana dan kapan keputuan tersebut bakal dilaksanakan. Ini merupakan langkah terbaru untuk membuka lapangan kerja bagi warga Saudi, di mana ekpsatriat melakukan segala jenis pekerjaan, mulai dari menyapu jalan hingga manajemen.   

Terdapat sekitar sembilan juta warga asing bekerja di Saudi hingga akhir 2015.

Warga Saudi biasanya lebih suka menjadi pegawai negeri lantaran gaji dan tunjangan lebih besar, serta cuti lebih banyak. Tapi pemerintah berusaha memotong standar gaji pegawai negeri.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Ladang gas Tamar di Israel. (LNG World News)

Israel mulai ekspor gas ke Mesir

Sesuai kesepakatan, akan memasok 60 miliar kaki kubik LNG dari Blok Leviathan dan 25 miliar kaki kubik dari ladang Tamar selama 15 tahun.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhamnad bin Zayid an-Nahyan menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Istana Qasr al-Watan di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia gandeng UEA buat bangun ibu kota baru di Kalimantan Timur

Indonesia dan UEA teken perjanjian investasi senilai Rp 312 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berhentikan 71 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Tahun lalu, terdapat 60 ribu pekerja asing bekerja di sektor pemerintah.





comments powered by Disqus