bisnis

Moody's turunkan peringkat perusahaan besar Qatar

Dari AA3 menjadi AA2.

02 Juni 2017 05:32

Lembaga pemeringkatan internasional Moody's telah menurunkan peringkat utang perusahaan-perusahaan besar milik pemerintah Qatar, sehingga menjadikan posisi posisi negara Arab Teluk ini lemah secara eksternal.

 Moody's mengurangi peringkat dari perusahaan-perusahaan raksasa di sektor minyak dan gas, industri, dan properti di Qatar.

Perusahaan-perusahaan tersohor Qatar terkena pemotongan peringkat dari Moody's adalah RasGas, Qatar Petroleum, serta Ras Laffan City and Qatar Industries.

Moody's juga menurunkan peringkat kredit Aldar Properties dan Nakilat. Ia juga memotong peringkat Qatar National Bank.

Meski peringkat Qatar Petroleum melorot, Moody's bilang posisi keuangannya kuat, terutama setelah meningkatkan efisiensi operasional.

 

Kilang milik Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia kepunyaan Arab Saudi. (saudiaramco.com)

OPEC dan non-OPEC sepakat kurangi produksi minyak 10 juta barel sehari pada Mei dan Juni

Arab Saudi tadinya berencana memproduksi 12,6 juta barel minyak per hari mulai 1 April.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain bayar gaji seratus ribu warganya bekerja di sektor swasta senilai Rp 9 triliun

Pemerintah Bahrain juga akan menggratiskan tagihan air dan listrik bagi sektor rumah tangga dan usaha.

Rute perjalanan sebuah jet pribadi membawa para pejabat Uni Emirat Arab dan Israel pada 17 Januari 2019 terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. (Flight Radar 24)

Israel beli alat tes Covid-19 dari Cina seharga Rp 403 miliar

Israel juga memborong puluhan ribu alat tes Covid-19 dan 30 ribu pakaian alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis dari Korea Selatan.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Penduduk Saudi buang 557 ribu ton nasi setahun

Nilai makanan dibuang tiap tahun di Arab Saudi adalah Rp 172,4 triliun.





comments powered by Disqus