bisnis

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.

28 Juni 2017 11:28

Bahrain dan Oman termasuyk negara pengekspor minyak paling rentan di dunia di tengah melorotnya harga minyak mentah global dalam tiga tahun terakhir, menurut penelitian terbaru dari Bank of America Merrill Lynch..

Riset itu menyimpulkan Bahrain paling rawan karena memiliki defisit anggaran terbesar, sedangkan Oman termasuk salah satu negara dengan gap terbesar dalan anggaran berjalan.

Kuwait masih merupakan pasar di kawasan Arab Teluk secara fundamental terkuat. Rusia adalah eksportir minyak dengan pondasi ekonomi paling kuat secara global.

Catatan dari bank sentral bahrain menunjukkan negara ini tidak mampu menahan laju penuruan jumlah cadangan devisa, Februari lalu turun sebelas persen ke angka 645,2 juta dinar Bahrain (US$ 1,7 miliar). Total cadangan devisa Bahrain mencapai puncaknya pada November 2014, yakni 2,24 miliar dinar.

Bahrain kian rentan karena situasi politik dalam negeri juga tidak stabil lantaran protes masyarakat ayoritas Syiah di negara itu berlanjut.

IMF (Dana Moneter Internasional) pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait perintahkan semua lembaga pemerintah kurangi belanja setidaknya 10 persen

Kuwait mengalami defisit 10,8 miliar dinar (kini setara Rp 511,5 triliun untuk tahun anggaran 2020-2021 berakhir 31 Maret lalu.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait alami defisit Rp 518 triliun

Kuwait proyeksikan defisit melonjak menjadi Rp 581,2 triliun buat tahun anggaran 2021-2022.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar proyeksikan defisit Rp 134 triliun pada 2021

Qatar menyusun anggaran 2021 dengan proyeksi harga minyak mentah global senilai US$ 40 per barel.   

Ibu Kota Muskat, Oman. (Gulf Business)

Oman akan berlakukan pajak penghasilan mulai 2022

IMF memperkirakan Oman tahun ini mengalami defisit 19 persen.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

1,05 juta ekspatriat tinggalkan Saudi karena pajak makin naik

Besarannya 800 riyal sebulan untuk tiap pekerja asing. Selain itu, ekspatriat juga membayar pajak 200 riyal saban bulan atas tiap orang menjadi tanggungan mereka.

20 Januari 2022

TERSOHOR