bisnis

Pertegas komitmen buat proyek kilang Cilacap, CEO Aramco temui bos Pertamina

Proyek ini bakal meningkatkan kapasitas kilang di Cilacap menjadi 400 ribu dari 348 ribu barel sehari.

08 Juli 2017 14:37

CEO Saudi Aramco Amin Nasir kemarin bertemu Direktur Utama Pertamina di Jakarta. Pertemuan itu untuk menegaskan kembali komitmen Aramco dalam proyek patungan untuk membangun kilang di Cilacap, Jawa tengah.

"CEO Amin Nasir bertemu bos baru Pertamina Elia Massa Manik di Jakarta hari ini (kemarin) untuk menegaskan kembali komitmen Aramco terhadap proyek patungan di Indonesia," kata Aramco dalam akun Twitter resminya. Namun tidak ada penjelasan lebih rinci mengenai hasil pertemuan itu.

Manik, tadinya mengepalai PT Perkebunan Nusantara III, ditunjuk sebagai pemimpin Pertamina Maret lalu.

Bulan lalu, Pertamina menyatakan tengah menunggu persetujuan dari Saudi Aramco untuk menunda penyelesaian proyek pengembangan kilang Cilacap senilai US$ 5 miliar itu dari 2021 ke 2023.

Proyek ini bakal meningkatkan kapasitas kilang di Cilacap menjadi 400 ribu dari 348 ribu barel sehari.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Aramco akan jual surat utang untuk bayar dividen

Aramco mesti membayar dividen US$ 37,5 miliar untuk semester kedua tahun ini.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Laba Aramco di kuartal ketiga anjlok 44,6 persen

Aramco meraup untung Rp 171,5 triliun.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.





comments powered by Disqus