bisnis

Arab Saudi akan terbitkan sukuk bulan ini

Jadaan memperkirakan ekonomi Arab Saudi akan tumbuh sekadarnya pada 2019 dan 2020.

10 Juli 2017 13:55

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan bilang pihaknya akan menerbitkan sukuk bulan ini.

Namun dia tidak memberitahu nilai sukuk bakal dirilis. Dia juga tidak menyebutkan apakah sukuk itu akan dijual di pasar domestik atau internasional.

Jadaan mengakui rencana penerbitan sukuk itu merulakan dari upaya menyeimbangkan neraca anggaran, defisit akibat harga minyak mentah flobal melorot sejak pertengahan 2014. 

IMF (Dana Moneter Internasional) permah menyatakan Arab Saudi akan mengalami defisit anggaran selama 2015-2020.

Kepada stasiun televisi Al-Arabiya di sela pertemuan G-20 di Kota Hamburg, Jerman, Jadaan menjelaskan defisit di kuartal kedua tahun ini lebih rendah dari prediksi. Tapi dia tidak mau membeberkan angka atau persentasenya.

Dia menambahkan belanja anggaran di kuartal kedua juga lebih kecil ketimbang yang diduga dengan pendapatan negara diraup lebih tinggi.

Jadaan memperkirakan ekonomi Arab Saudi akan tumbuh sekadarnya pada 2019 dan 2020.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.





comments powered by Disqus