bisnis

Etihad Airways alami kerugian pertama sejak 2010

Pendapatan Etihad tahun lalu anjlok 7,1 persen ke angka US$ 8,36 miliar meski jumlah penumpang naik 5,1 persen menjadi 18,5 juta orang.

28 Juli 2017 11:11

Etihad Airways, satu dari tiga maskapai terbesar di Timur Tengah, kemarin bilang pihaknya tahun lalu rugi US$ 1,9 miliar karena kerusakan pesawat dan investasi di sejumlah perusahaan penerbangan bermasalah di Eropa.

Ini merupakan kerugian pertama dialami maskapai berpusat di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, itu sejak 2010. Padahal pada 2015, Etihad meraup laba US$ 103 juta. 

Perusahaan milik pemerintah UEA tersebut kini sedang dalam pembenahan. CEO Emirates James Hogan sudah lama menduduki jabatan itu telah mundur pada 1 Juli lalu. Maskapai berumur 14 tahun ini menunjuk Ray Gammell sebagai CEO sementara Mei lalu.

Pendapatan Etihad tahun lalu anjlok 7,1 persen ke angka US$ 8,36 miliar meski jumlah penumpang naik 5,1 persen menjadi 18,5 juta orang. 

"Tahun ini merupakan tantangan bagi industri penerbangan sipil global," kata Gammell lewat keterangan tertulis. 

Dia menambahkan Etihad secara keseluruhan telah memotong pengeluaran sebesar empat persen melalui pengurangan karyawan dan kebijakan lainnya. 

Etihad Airways, dibentuk pada Juli 2003, memiliki 131 armada melayani 90 rute. 

Etihad dua tahun lalu membangun aliansi sendiri dengan menggandeng Alitalia, Jetairways, Air Berlin, Niki, Air Serbia, dan Air Seychelles.

Persiapan menjelang penerbangan pesawat Etihad Airways di Bandar Udara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Palestina tolak bantuan medis dari UEA dikirim lewat Israel

Ramallah menolak bantuan berupa alat pelindung diri, peralatan medis, dan ventilator karena dipakai sebagai alat untuk menormalisasi hubungan Israel dan UEA.

Rute perjalanan sebuah jet pribadi membawa para pejabat Uni Emirat Arab dan Israel pada 17 Januari 2019 terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. (Flight Radar 24)

Pesawat asal UEA bawa bantuan medis buat Palestina mendarat di Tel Aviv

Selama 2018-2019 terdapat sejumlah kunjungan pejabat Israel ke UEA.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi borong saham Boeing, Citigroup, Disney, dan Facebook

PIF telah membeli saham seharga Rp 12,3 triliun di British Petroleum, Rp 10,6 triliun di Boeing, Rp 7,4 triliun di Walt Disney, serta saham senilai Rp 7,8 triliun di Citigroup dan Facebook.





comments powered by Disqus