bisnis

Saudi izinkan kepemilikan asing seratus persen di perusahaan teknik

SAGIA pada 2015 menetapkan seratus persen kepemilikan asing di sektor grosir dan ritel.

09 Agustus 2017 07:24

Kabinet Arab Saudi Senin malam lalu mengumumkan akan membolehkan kepemilikan asing seratus persen di perusahaan layanan teknik tanpa harus menggandeng pengusaha lokal sebagai rekanan.

Negara Kabah itu menetapkan dua syarat bagi perusahaan asing untuk memiliki secara penuh perusahaan layanan teknik di Saudi, yakni sudah beroperasi setidaknya sepuluh tahun dan mempunyai cabang paling tidak di empat negara.

SAGIA (Otoritas Investasi Arab Saudi) tahun lalu menyatakan menerima pengajuan untuk kepemilikan seratus persen perusahaan layanan teknik, namun waktu itu belum menetapkan prosedur pelaksanaannya. 

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan Arab Saudi mewajibkan perusahaan teknik asing berekanan dengan perusahaan setempat bila ingin membuka cabang di negara itu.

Arab Saudi memang tengah melakukan liberalisasi ekonomi melalui program disebut Visi Arab Saudi 2030. Reformasi ini bertujuan memberagamkan perekonomian agar tidak lagi mengandalkan pendapatan dari minyak.

SAGIA pada 2015 menetapkan seratus persen kepemilikan asing di sektor grosir dan ritel. Dow Chemical Co tahun lalu menjadi perusahaan asing pertama mendapat izin berinvestasi di Arab Saudi dengan kepemilikan saham seratus persen.

 

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi borong saham Boeing, Citigroup, Disney, dan Facebook

PIF telah membeli saham seharga Rp 12,3 triliun di British Petroleum, Rp 10,6 triliun di Boeing, Rp 7,4 triliun di Walt Disney, serta saham senilai Rp 7,8 triliun di Citigroup dan Facebook.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Arab Saudi salurkan bantuan uang tunai bagi warga miskin mulai hari ini

Penyaluran bantuan tahap pertama ini ditujukan bagi 82 persen dari total penerima. Untuk tahap kedua bakal dimulai pada 10 Januari 2018.





comments powered by Disqus