bisnis

Qatar siap kucurkan US$ 1 miliar buat PLTG dan proyek gas di Indonesia

Kerja sama dengan Qatar sebenarnya telah mulai terealisasi. Di antaranya melalui investasi Nebras Power di PT Paiton Energy senilai US$ 1,3 miliar.

23 Oktober 2017 22:29

Qatar siap menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 1 miliar untuk pembangkit listrik dan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung (FSRU).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan investasi itu terdiri dari terdiri dari US$ 800 juta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) 1,3, dan 4. Kemudian sisanya US$ 200 juta untuk FSRU. "Kami ada kesepakatan dengan Nebras Power," katanya di Jakarta kemarin.

Menurut dia, pasokan gas untuk pembangkit dan FSRU itu nantinya masih diutamakan dari dalam negeri. Namun harga gas domestik ini dibatasi maksimal 14,5 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Jika harga gas domestik masih di atas ketentuan itu, maka Nebras bisa memasok gas dari luar negeri, termasuk dari negaranya sendiri. "Terbuka, bisa dalam negeri atau Qatar," ujar Arcandra.

Selain itu, Qatar juga berminat investasi di luar sektor energi. Hal itu disampaikan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani ketika Rabu pekan lalu bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor. "Peningkatan kerja sama khususnya infrastruktur dan turisme," tutur Syekh Tamim.

Joko Widodo menyatakan kerja sama dengan Qatar sebenarnya telah mulai terealisasi. Di antaranya melalui investasi Nebras Power di PT Paiton Energy senilai US$ 1,3 miliar.

Mesin Watergen saban hari mampu menghasilkan lima ribu liter air minum dari atmosfer. Watergen adalah perusahaan asal Israel. (Watergen)

Israel jual teknologi bikin air minum dari udara ke UEA

Mesin Watergen saban hari mampu menghasilkan lima ribu liter air minum dari atmosfer.

Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/@DXBMedia Office)

UEA mulai hari ini terbitkan visa turis bagi warga Israel

Flydubai menjadi maskapai pertama melayani penerbangan komersial antara UEA dan Israel. Perusahaan asal Dubai ini membuka rute Dubai-Tel Aviv sejak kemarin dengan frekuensi dua penerbangan sehari.

Suasana dalam kokpit pesawat Israir dari Israel menjelang pendaratan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 1 Desember 2020. (Screencapture Twitter)

Setelah melintasi Saudi, penerbangan komersial pertama Israel mendarat di Dubai

Saudi memberi izin kepada Israir setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

Pesawat Israir, maskapai asal Israel. (Globes)

Setelah ditekan Amerika, Saudi izinkan pesawat komersial Israel tujuan Dubai lewati wilayah udaranya

Izin dari Riyadh itu cuma berlaku empat hari, khusus untuk Israir dan rute Tel Aviv-Dubai. 





comments powered by Disqus