bisnis

Menteri energi Saudi sebut penangkapan besar-besaran tidak rugikan investasi

Lebih dari 200 orang ditahan. Selain itu, sekitar 1.700 rekening senilai US$ 800 miliar sudah dibekukan.

19 November 2017 12:44

Penangkapan besar-besaran dilakukan Arab Saudi terhadap pangeran, konglomerat, pejabat, dan perwira tinggi militer sejak awal bulan ini diyakini tidak akan merugikan investasi di negara Kabah itu.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih Kamis lalu bilang pembersihan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi diketuai oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman juga tidak bakal mempengaruhi rencana IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco.

"Bersih-bersih itu tidak berdampak terhadap investasi asing langsung, tidak berpengaruh sama sekali atas keterbukaan Saudi, aliran modal, dan lingkungan investasi terbuka kami," kata Falih di sela konferensi perubahan iklim digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota Bonn, Jerman.

Sejak 4 November lalu, ratusan pangeran, konglomerat, pejabat, dan perwira tinggi militer dibekuk atas tudingan korupsi. Mereka yang ditangkap termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal dan Chairman Saudi Binladin Group Bakar Bin Ladin.

Jaksa Agung Arab saudi Saud al-Mujib menjelaskan lebih dari 200 orang ditahan. Selain itu, sekitar 1.700 rekening senilai US$ 800 miliar sudah dibekukan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi bulan ini akan gelontorkan bantuan uang tunai sebesar Rp 7,2 triliun bagi 10,4 juta warganya

Rata-rata tiap keluarga memperoleh Rp 4 juta saban bulan. Program ini dimulai sejak Desember 2017 setelah Saudi melakukan liberalisasi ekonomi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz. (Middle East Eye)

Bin Salman bebaskan pamannya dari tahanan

Di kalangan keluarga Bani Saud, Pangeran Ahmad dipandang lebih pantas menjadi raja Saudi berikutnya.

Kantor pusat Quadream berada di lantai 19 dari gedung berlokasi di Ramat Gan, Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Rakoon/Haaretz)

Bin Salman berlangganan dua aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel

Aplikasi Reign bikinan perusahaan Quadream ini juga sudah dipakai oleh sebuah lembaga resmi di Indonesia.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 





comments powered by Disqus