bisnis

Tunisia izinkan Emirates beroperasi lagi

Tunisia menghentikan semua penerbangan maskapai asal Kota Dubai tersebut sehari sebelum Natal bulan lalu

07 Januari 2018 19:17

Kementerian Transportasi Tunisia Kamis lalu mengumumkan Emirates Airlines bisa beroperasi kembali di negara Arab maghribi itu.

Tunisia menghentikan semua penerbangan maskapai asal Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tersebut sehari sebelum Natal bulan lalu, setelah Emirates membatasi atau memperketat pengecekan terhadap penumpang kaum hawa dari Tunisia. 

Emirates memberitahu pemerintah Tunisia, pengetatan pemeriksaan lantaran ada kecurigaan perempuan Tunisia atau kaum hawa berpaspor negara ini berencana melakukan serangan teror. 

Perlakuan ini memicu kemarahan rakyat Tunisia. Mereka menuding UEA berlaku diskriminatif terhadap perempuan Tunisia.

Kementerian Transportasi Tunisia menyebutkan izin diberikan setelah UEA mencabut pengetatan pemeriksaan terhadap perempuan Tunisia. 

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Chairman Emirates bilang perlu 18 bulan bagi industri penerbangan kembali normal

Dalam tahun fiskal berakhir Maret lalu, Emirates meraup laba bersih US$ 288 juta, meningkat dari 237 juta di tahun sebelumnya.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Emirates hentikan semua penerbangan penumpang mulai 25 Maret

Tidak ada pemecatan karyawan, hanya gaji pokok dipotong untuk tiga bulan ke depan.

Penandatanganan nota kesepahaman soal pembelian 36 pesawat A380 antara Emirates Airline dan Airbus pada 18 Januari 2018 di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/@emirates)

Emirates pesan 36 A380 seharga US$ 16 miliar

"Jujur saja, kalau kami tidak mencapai kesepakatan dengan Emirates, tidak ada pilihan selain menghentikan produksi A380," ujar Leahy.

Pesawat Emirates Airline. (Twitter)

Emirates pesan 40 Boeing 787 Dreamliners seharga US$ 15,1 miliar

Emirates merupakan maskapai memiliki Airbus A380 dan Boeing 777 terbanyak di dunia.





comments powered by Disqus