bisnis

Belanja daring di UEA kena VAT

GCC tahun lalu telah menyepakati pemberlakukan VAT lima persen mulai 1 Januari tahun ini, namun baru Saudi dan UEA telah melaksanakan kesepakatan tersebut.

20 Januari 2018 18:10

Otoritas pajak Uni Emirat Arab (UEA) telah mengeluarkan kebijakan VAT (pajak pertambahan nilai) sebesar lima persen akan dikenakan terhadap barang dibeli lewat online (daring).

UEA bareng Arab Saudi sejak 1 Januari lalu memberlakukan VAT terhadap beragam barang dan jasa. Kedua negara ini pertama menerapkan VAT di antara enam negara Arab Teluk tergabung dalam GCC (Dewan Kerja Sama Teluk).

VAT merupakan salah satu cara dilakukan negara-negara Arab Teluk - Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman - untuk mengatasi defisit setelah harga minyak mentah global anjlok sejak pertengahan 2014.

GCC tahun lalu telah menyepakati pemberlakukan VAT lima persen mulai 1 Januari tahun ini, namun baru Saudi dan UEA telah melaksanakan kesepakatan tersebut.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi gelontorkan Rp 9,8 triliun untuk bantuan tunai bagi warga miskin bulan ini

Sejak program bantuan langsung tunai diluncurkan, negara Kabah itu sudah menghabiskan Rp 218,5 triliun.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan tawarkan setengah persen sahamnya kepada investor individual

Buat tahap awal, Aramco akan melepas dua persen sahamnya di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul).

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Saudi berlakukan pajak bandar udara mulai 1 Januari 2020

Pajak itu besarannya 21 riyal untuk penerbangan sekali jalan.





comments powered by Disqus