bisnis

Oman larang rekrutmen ekspatriat di sepuluh sektor

Oman tahun lalu mengalami defisit US$ 779,1 juta.

30 Januari 2018 10:45

Kementerian Tenaga Kerja Oman Ahad lalu mengumumkan larangan perekrutan pekerja asing di sepuluh sektor selama enam bulan.

Langkah ini diambil untuk mendorong rekrutmen warga negara Oman di sektor swasta. Pemerintah Kamis lalu menjanjikan 25 ribu lapangan kerja bagi warga Oman dalam enam bulan ke depan. 

Kebijakan melarang rekrutmen ekspatriat ini dikeluarkan setelah pekan lalu ratusan pengunjuk rasa berdemonstrasi di depan Kementerian Tenaga Kerja di Ibu Kota Muskat dan Salalah. 

Larangan ini berlaku di sepuluh sektor swasta, yakni sistem informasi, penjualan, pemasaran dan manajemen, sumber daya manusia, asuransi, informasi, medis, bandar udara, serta rekayasa teknik, seperti dilansir Oman News Agency.

Kebijakan ini tidak berpengaruh terhadap izin kerja atau kesepakatan telah dicapai sebelum larangan tersebut dikeluarkan. 

Aturan ini berlaku di hari penerbitan keputusan Kementerian Tenaga Kerja itu dalam lembaran negara.

Kepala ahli ekonomi di Oman Investment Fund Fabio Scacciavillani bilang larangan rekrutmen ekspatriat ini membuat perusahaan lebih berusaha untuk merekrut warga Oman. "Ini memberikan waktu cukup panjang buat merekrut warga Oman untuk posisi apa saja," katanya kepada Times of Oman.

Oman termasuk negara Arab Teluk mengalami defisit terbesar sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014. 

Defisit inilah memaksa Oman mengambil langkah berani dengan memberlakukan sejumlah pajak dan menyetop perekrutan pegawai negeri, buat mengatasi defisit sebesar US$ 779,1 juta tahun lalu.

 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi borong saham Boeing, Citigroup, Disney, dan Facebook

PIF telah membeli saham seharga Rp 12,3 triliun di British Petroleum, Rp 10,6 triliun di Boeing, Rp 7,4 triliun di Walt Disney, serta saham senilai Rp 7,8 triliun di Citigroup dan Facebook.





comments powered by Disqus