bisnis

Qatar Airways rugi sangat besar dalam tahun anggaran berjalan

Dalam tahun anggaran lalu, Qatar Airways meraup laba Rp 367,4 triliun.

09 Maret 2018 06:42

CEO Qatar Airways Akbar al-Bakir Rabu lalu bilang perusahaannya mengalami kerugian sangat besar akibat blokade dilakukan empat negara Arab.

Dia mengungkapkan Qatar Airways kehilangan akses atas 18 kota di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir sejak boikot terhadap Qatar dilakukan. "Kami akan mengumumkan sebuah kerugian sangat besar selama tahun anggaran akan berakhir bulan ini," kata Bakir kepada wartawan di pameran wisata ITB di Kota Berlin, Jerman.

Arab Saudi bareng UEA, Bahrain, dan Mesir sejak awal Juni tahun lalu memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka menuding Qatar menyoong terorisme.

Keempat negara Arab itu juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Bakir sebelumnya mengingatkan Qatar Airways bakal rugi besar namun menolak menyebutkan berapa nilainya.

Dalam tahun anggaran lalu, Qatar Airways meraup laba 97 miliar riyal Qatar (Rp 367,4 triliun).

Arab Saudi dan UEA merupakan rute populer bagi Qatar Airways.

Logo stasiun televisi olahraga beIN Sports. (Arabian Business)

Arab Saudi cabut izin beIN Sports

BeIN Sports juga dikenakan denda Rp 38,8 miliar.

Logo stasiun televisi olahraga beIN Sports. (Arabian Business)

WTO putuskan Arab Saudi curi hak siar televisi Qatar

WTO menjelaskan ada bukti lengkap menunjukkan pemerintah Saudi mendukung dan mempromosikan layanan ilegal diberikan oleh beoutQ, stasiun televisi berbayar dan berkantor di Ibu Kota Riyadh.

Pesawat Boeing 787 milik Qatar Airways mendarat di Windhoek, Namibia. (Twitter/@qatarairways)

Qatar Airways tetap beroperasi

Walau krisis, Qatar Airways tidak memecat karyawannya.

Berselancar di gurun Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar larang penjualan produk asal empat negara pemboikot

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni tahun lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.





comments powered by Disqus