bisnis

Bahrain temukan ladang minyak terbesar

Bahrain sekarang ini memproduksi 45 ribu barel minyak sehari dari Ladang Bahrain dan berbagi pendapatan dengan Arab Saudi dari blok menghasilkan sekitar 300 ribu barel minyak per hari.

02 April 2018 21:43

Bahrain, produsen minyak terkecil di antara enam negara Arab Teluk, telah menemukan ladang minyak terbesar sejak negara itu mulai menghasilkan minyak pada 1932.

Kantor berita resmi Bahrain News Agency melaporkan cadangan shale oil dan gas alam ditemukan di pantai barat Bahrain ini jumlahnya jauh lebih besar ketimbang cadangan minyak dimiliki Bahrain saat ini.

Menurut data dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat, Bahrain sekarang ini memproduksi 45 ribu barel minyak sehari dari Ladang Bahrain dan berbagi pendapatan dengan Arab Saudi dari blok Abu Safah menghasilkan sekitar 300 ribu barel minyak per hari.

Penemuan ladang minyak lepas pantai Khalid al-Bahrain Basin ini terjadi saat negara Arab Teluk itu berupaya meningkatkan kapasitas produksi dari Blok Bahrain menjadi seratus ribu barel minyak saban hari di akhir dasarwarsa ini. Bahrain meningkatkan pencarian sumber minyak baru dala tiga bulan terakhir tahun lalu, seperti dilansir the Guardian.

"Analisa awal menunjukkan jumlah cadangan minyak di ladang baru ditemukan sangat besar," kata Menteri Perminyakan Bahrain Syekh Muhammad bin Khalifah al-Khalifah. Tapi dia belum mau menyebutkan angkanya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi gelontorkan Rp 9,8 triliun untuk bantuan tunai bagi warga miskin bulan ini

Sejak program bantuan langsung tunai diluncurkan, negara Kabah itu sudah menghabiskan Rp 218,5 triliun.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan tawarkan setengah persen sahamnya kepada investor individual

Buat tahap awal, Aramco akan melepas dua persen sahamnya di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul).

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Saudi berlakukan pajak bandar udara mulai 1 Januari 2020

Pajak itu besarannya 21 riyal untuk penerbangan sekali jalan.





comments powered by Disqus