bisnis

Tiga alasan IPO Aramco bakal ditunda

IPO lima persen saham Aramco, merupakan inti dari Visi Saudi 2030 untuk mengembangkan perekonomian non-minyak, diprediksi bisa meraup dana US$ 100 miliar.

23 April 2018 20:02

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Khalid al-Falih tadinya yakin IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco bisa dilaksanakan pada paruh kedua tahun ini.

IPO lima persen saham Aramco, merupakan inti dari Visi Saudi 2030 untuk mengembangkan perekonomian non-minyak, diprediksi bisa meraup dana US$ 100 miliar. Perkiraan ini didasarkan pada asumsi pengekspor minyak terbesar di dunia itu bernilai sekitar US$ 2 triliun.

IPO Aramco ini direncanakan dilaksanakan di Tadawul (Bursa Saham Arab Saudi) dan satu atau dua bursa internasional.  

Namun belakangan optimisme untuk melaksanakan IPO Aramco tahun ini mulai meredup. Ada tiga alasan IPO bakal ditunda atau paling cepat baru dapat dilakoni tahun depan.

Alasan pertama, sampai sekarang bursa internasional mana tepat untuk menjadi tempat IPO Aramco masih menjadi perdebatan. Menteri Energi Khalid al-Falih menilai bursa London dan Hong Kong menjadi favorit.

Selain itu, status baru Tadawul sebagai pasar sedang tumbuh masih menunggu keputusan dari MSCI. Proses ini melalui dua tahapan dan kemungkinan pada Juni serta Agustus 2019.

Beberapa ahli menganggap status baru Tadawul itu menjadi pijakan kuat untuk menolak IPO Aramco dilakukan juga di bursa internasional. Hal ini untuk menggaet masuknya dana asing, diperkirakan bisa mencapai US$ 68 miliar.

Alasan terakhir kenaikan harga minyak dan ketersediaan dana di pasar obligasi membuat IPO Aramco tidak lagi sangat penting untuk setahun mendatang. Pemerintah Arab Saudi saat ini memperoleh US$ 53,3 miliar dari hasil penjualan surat berharga dan sukuk di pasar lokal.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bikin sejarah, Arab Saudi produksi lebih dari 12 juta barel minyak sehari

Dalam rekaman video pendek, Aramco memperlihatkan 18,8 juta barel minyak tengah dimasukkan ke dalam 15 kapal tanker untuk ekspor.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemerintah Kuwait berutang Rp 10 triliun kepada 45 rumah sakit di Amerika

Gegara pandemi Covid-19, kabinet Kuwait bulan lalu menyepakati untuk mengurangi jumlah warga Kuwait menjadi setenganya saja berhak untuk ditanggung biaya pengobatannya di luar negeri.

08 Agustus 2020

TERSOHOR