bisnis

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.

03 Mei 2018 07:58

Dirketur IMF (Dana Mneter Internasional) untuk kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah Jihad Azur Rabu lalu bilang Arab Saudi memerlukan harga minyak US$ 85 hingga US$ 87 sebarel untuk menyeimbangkan anggarannya tahun ini. Sedangkan tahun lalu hanya perlu US$ 83 per barel tahun lalu.   

Negara Kabah itu mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan menjelaskan negaranya dalam jalur benar untuk mengurangi defisit menjadi tujuh persen dari produk domestik bruto tahun ini.

Pemerintah Saudi memperkirakan tahun ini mengalami defisit 195 miliar riyal (US$ 52 miliar) atau 7,3 persen dari produk domestik bruto. Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi akan kurangi lagi produksi minyaknya satu juta barel mulai bulan depan

Mulai bulan depan, produksi minyak Saudi menjadi 7,492 juta barel per hari, jauh di bawah kapasitas produksi lebih dari 12 juta barel saban hari.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.





comments powered by Disqus