bisnis

Arab Saudi berharap IPO Aramco jadi dilaksanakan tahun depan

OPEC menyetujui kenaikan produksi sekitar satu juta barel per hari mulai bulan depan.

23 Juni 2018 10:40

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih berharap IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco bisa dilaksanakan tahun depan.

"Senang rasanya kalau melihat saham Saudi Aramc sudah terdaftar di bursa," kata Falih Kamis lalu di Ibu Kota Wina, Austria. Namun dia menambahkan waktu bukan persoalan kritis untuk IPO perusahaan minyak dan gas milik pemerintah itu.

Falih menambahkan IPO akan diprioritaskan di Tadawul (Bursa Saham Arab Saudi) dan satu atau dua bursa internasional. Setidaknya ada tiga bursa asing berpotensi menjadi tempat IPO Aramco, yakni New York, London, dan Hong Kong.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman tadinya merencanakan IPO Aramco dilakoni pada paruh kedua tahun ini. IPO sebesar lima persen itu diyakini bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Dalam pertemuan OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) di Wina itu, kartel minyak ini menyetujui kenaikan produksi sekitar satu juta barel per hari mulai bulan depan.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

Arab Saudi targetkan pendapatan US$ 64 miliar dari sektor tambang pada 2030

Nilai cadangan sumber daya mineral Arab Saudi lebih dari US$ 1 triliun.





comments powered by Disqus