bisnis

Kuwait diprediksi defisit US$ 21 miliar

Cadangan devisa Kuwait saat ini diperkirakan lebih dari US$ 600 miliar.

29 Juni 2018 09:25

Parlemen Kuwait Rabu lalu mengesahkan anggaran negara untuk periode 2018-2019 dengan perkiraan defisit lebih dari US$ 21 miliar (Rp 302,5 triliun).

Tahun anggaran di negara Arab teluk ini berlaku mulai 1 April 2018 hingga 31 Maret 2019.

Prediksi defisit lebih dari US$ 21 miliar atau 17,5 persen dari produk domestik bruto itu disusun dengan asumsi harga minyak mentah global US$ 50 sebarel, lebih rendah US$ 25 ketimbang harga pasaran saat ini.

Dalam rencana anggaran negara itu, Kuwait memperkirakan bisa meraup pendapatan US$ 495 miliar atau naik 12 persen dibanding tahun lalu, dengan belanja US$ 71 miliar atau melonjak 8,5 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Kuwait juga memprediksi pendapatan dari sektor minyak sebesar US$ 44,3 miliar berdasarkan produksi 2,8 juta barel per hari.

Setelah mengalami surplus anggaran selama 16 tahun, Kuwait dihantam defisit sejak harga minyak mentah dunia anjlok pada 2014. Seperti lima negara Arab Teluk lainnya, Kuwait amat mengandalkan minyak sebagai sumber pednapatan utama negara.

Buat mengatasi defisit, Kuwait sudah mengambil beragam kebijakan, termasuk menaikkan tarif listrik dan harga bahan bakar kendaraan bermotor.

Cadangan devisa Kuwait saat ini diperkirakan lebih dari US$ 600 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 698 triliun pada 2020

IMF pernah memprediksi Saudi bebas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait defisit Rp 154 triliun

Pengeluaran untuk gaji pegawai negeri dan subsidi meliputi 75 persen dari total anggaran belanja negara.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

UEA temukan cadangan gas terbesar keempat di dunia

UEA merupakan pemasok gas terbesar ketujuh di dunia dan menghasilkan sekitar empat persen dari total produksi minyak global.

10 Februari 2020

TERSOHOR