bisnis

Eni temukan lagi ladang gas raksasa di Mesir

Ladang gas Nur memiliki cadangan sebesar 90 triliun kaki kubik, tiga kali lebih besar dibanding blok gas Zohr ditemukan pada 2015.

29 Juni 2018 14:14

Eni, perusahaan minyak dan gas asal Italia, telah menemukan ladang gas terbesar di wilayah konsesi mereka, Syuruq, di lepas pantai Mesir.

Sejumlah sumber mengungkapkan blok gas Nur ini diperkirakan memiliki cadangan lebih dari 90 triliun kaki kubik, tiga kali lebih besar ketimbang ladang gas Zohr, juga ditemukan di Laut Mediterania, Mesir, tiga tahun lalu.

CE Eni Claudio Descalzi telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Perminyakan Mesir Tarik al-Mula pada Sabtu pekan lalu. Dia bilang Eni telah mengalokasikan 70 persen total investasinya secara global ke negara Nil itu.

Descalzi menambahkan Eni sudah menggelontorkan dana US$ 8,4 miliar untuk investasi di ladang gas Nauras dan Zohr di Mesir. Eni bakal menyuntikkan anggaran tambahan sebesar US$ 3 miliar.

Ahli perminyakan Ahmad Abdul Halim bilang kepada surat kabar Al-Masi al-Yaum, besarnya investasi Eni untuk eksplorasi gas di Mesir menunjukkan saking besarnya eksplorasi bakal dilakoni.

Eni Maret lalu mengumumkan penjualan sepuluh persen sahamnya di konsesi Syuruq kepada Mubadala Petroleum, anak usaha Mubadala Investment Group merupakan lembaga investasi milik Abu Dhabi. Penjualan saham senilai US$ 934 juta ini sudah rampung pekan lalu.

Selain Eni sebegai pemegang mayoritas saham, British Petroleum dan Rosneft, perusahaan minyak gas dari Rusia, juga memiliki konsesi di Syuruq.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait akan berhentikan 50 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid as-Sabah Juni lalu mengajukan proposal untuk mengurangi jumlah ekspatriat dari 70 menjadi 30 persen.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit enam negara Arab Teluk tahun ini bisa tembus Rp 2.648 triliun

Utang pemerintah keenam negara Arab Teluk itu sampai 2023 diperkirakan sebesar Rp 4.559,5 triliun.





comments powered by Disqus