bisnis

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.

02 Oktober 2018 13:11

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaaan Ahad lalu bilang negaranya diperkirakan mengalami defisit 128 miliar riyal (US$ 34,1 miliar) pada 2019.

Pernyataan itu disampaikan Jadaan dalam jumpa pers di Ibu Kota Riyadh, untuk mengumumkan perkiraan sementara anggaran Arab Saudi menejelang rilis resmi Desember mendatang.

Menurut Jadaan, anggaran Saudi untuk 2019 senilai 1.106 triliun riyal (US$ 294,9 miliar) dengan total pendapat diprediksi sebesar 978 miliar riyal (US$ 260,8 miliar).

Jadaan menjelaskan defisit akan terus menurun hingga akhirnya impas pada 2023. Tahun ini, Arab saudi diperkirakan mengalami defisit 148 miliar riyal (US$ 39,5 miliar).

Negara Kabah itu dihantam defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus