bisnis

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

03 Desember 2018 14:08

Menteri Energi Qatar Saad Syarida al-Kaabi hari ini mengumumkan negaranya akan keluar dari keanggotaan OPEC (Organisasi Negara-negara pengekspor Minyak) pada 1 Januari 2019.

Keputusan untuk berhenti dari blok beranggotakan 15 negara pengekspor minyak itu dibenarkan oleh perusahaan negara Qatar petroleum. OPEC menghasilkan hampir setengah dari total produksi minyak dunia.

Dalam jumpa pers di Ibu Kota Doha, Al-Kaabi bilang negaranya keluar dari OPEC untuk memusatkan perhatian dalam produksi gas alam. "Keputusan itu menggambarkan keinginan Qatar untuk berfokus pada rencana buat membangun dan meningkatkan produksi gas alam dari 77 ton per tahun menjadi seratus juta ton setahun," katanya.

Pengumuman Qatar ini muncul menjelang pertemuan OPEC pada Kamis pekan ini.

Al-Kaabi menegaskan keputusan untuk keluar dari OPEc tidak terkait blokade dilakukan empat negara Arab - Arab saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan mesir - terhadap negara Arab supertajir itu.

Qatar merupakan pemasok gas alam cair terbesar sejagat, menghasilkan hampir 30 persen dari keseluruhan produksi gas alama dunia. Negara Arab Teluk ini berbagai ladang minyak gas terbesar di dunia, Blok Utara, dengan Iran.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Sepuluh negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

OPEC memproduksi 41 persen dari total produksi minyak dunia. Pada 2018, 13 negara anggota OPEC mengekspor 25 juta barel minyak sehari atau 54 persen dari total ekspor minyak dunia sebesar 46 juta barel per hari.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Proyek milik Qatargas, pengekspor gas alam cair terbesar di dunia. (qatargas.com)

Qatar akan pasok LNG ke Kuwait tiga juta ton setahun

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportis gas alam terbesar di dunia. Produksi gas di negara Arab Teluk ini mencapai 77 juta ton setahun.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Arab Saudi naikkan produksi minyak 400 ribu barel bulan lalu

Total produksi minyak OPEC selama Juni 2018 sebesar 32,33 juta barel sehari atau meningkat 173 ribu barel per hari ketimbang bulan sebelumnya.





comments powered by Disqus