bisnis

Menteri perminyakan Kuwait mundur

Dalam 20 tahun terakhir, Kuwait sudah memiliki 15 menteri perminyakan.

17 Desember 2018 22:42

Perdana Menteri Kuwait Jabir Mubarak as-Sabah telah menerima permohonan berhenti diajukan Menteri Perminyakan Bakhit ar-Rasyidi, seperti dilansir surat kabar lokal Al-Anbaa.

Seorang sumber mengetahui hal itu mengungkapkan Rasyidi mengajukan pengunduran diri awal bulan ini, setelah parlemen kian menekan pemerintah untuk memecat dirinya dengan alasan salah urus.

Hingga kabar ini dilansir, juru bicara pemerintah Kuwait belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Pengunduran diri Rasyidi  - diangkat menjadi menteri perminyakan sejak Desember tahun lalu - ini tidak akan mempengaruhi kebijakan Kuwait disektor minyak. Sebab hal itu diputuskan oleh Dewan Perminyakan Tertinggi.

Industri minyak Kuwait, menyumbang lebih dari 90 persen devisa, diselimuti kemelut politik selama dua dasawarsa terakhir. Dalam periode ini, ada 15 orang menjabat menteri perminyakan. Selain itu, sejumlah proyek energi bergengsi ditunda atau dibatalkan.

Rasyidi selamat dari mosi tidak percaya pada Mei lalu, setelah anggota parlemen mempersoalkan dirinya salah urus soal perminyakan. Pemerintah kemudian membentuk sebuah komite untuk menyelidiki dugaan kesalahan manajemen itu.

Kuwait Petroleum Oktober lalu menyatakan laporan komite itu penuh dengan informasi keliru dan tidak akurat serta profesional.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Fasilitas milik Kuwait Petroleum Corporation. (Arabian Business)

Kuwait Petroleum akan gelontorkan US$ 500 miliar untuk naikkan kapasitas produksi

Produksi minyak mentah Kuwait saat ini sekitar 3,15 juta barel sehari.

Kilang milik Kuwait National Petroleum Company di kawasan industri Syuaiba, 50 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Kuwait City. (KNPC)

KNPC berencana gelontorkan US$ 11,6 miliar dalam lima tahun

KNPC bakal menutup kilang tua Syuaiba berkapasitas 200 ribu barel sehari.

Kilang milik Kuwait National Petroleum Company di kawasan industri Syuaiba, 50 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Kuwait City. (KNPC)

Kuwait tutup kilang karena rugi

Kapasitas kilang milik KNPC tahun depan sebesar 801 ribu barel minyak sehari.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

18 September 2019

TERSOHOR