bisnis

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019 21:14

Arab Saudi meraih surplus anggaran untuk pertama kali sejak harga minyak dunia anjlok pada 2014.

Berbicara di depan bankir lokal dan internasional di Ibu Kota Riyadh, hari ini, Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan bilang negara Kabah itu meraup surplus sebesar 27,8 miliar riyal (Rp 104,6 triliun) di kuartal pertama tahun ini.

Jadaan menambahkan belanja negaranya meningkat delapan persen dan pendapatan melonjak sampai 48 persen. "Hasil ini jelas menunjukkan perkembangan mengagumkan dicapai dalam posisi fiskal kami," katanya.  

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

 

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.





comments powered by Disqus