bisnis

Arab Saudi akan terbitkan izin tinggal tetap bagi investor asing seharga Rp 3 miliar

Sedangkan izin tinggal berlaku setahun dan dapat diperbarui harganya SAR 100 ribu (Rp 387 juta).

17 Mei 2019 23:23

Kabinet Arab Saudi Selasa lalu menyetujui undang-undang telah disahkan oleh Dewan Syura mengenai pemberian visa khusus atau izin tinggal bagi ekspatriat berkeahlian tinggi atau investor asing.

Sejumlah sumber mengetahui kebijakan ini mengungkapkan terdapat dua jenis visa khusus, yakni izin tinggal tetap dan izin tinggal berlaku setahun. Untuk memperoleh izin tinggal tetap dikenakan biaya SAR 800 ribu (riyal Arab Saudi) atau setara Rp 3 miliar, sedangkan izin tinggal berlaku setahun dan dapat diperbarui harganya SAR 100 ribu (Rp 387 juta).

Aturan teknis dari vissa khusus ini bakal dikeluarkan oleh badan sedang dibentuk dan diberi nama Pusat Iqaamah Khusus. Lembaga ini diberi mandat 90 hari untuk merumuskan segala kebijakan dan aturan sebelum visa istimewa itu dikeluarkan.

Para pemegang visa khusus ini akan memiliki beragam keuntungan, termasuk boleh mempunyai properti di Arab Saudi, bisa menyewa properti, bisa mendapat layanan kesehatan dan pendidikan, serta boleh mengeluarkan visa bagi anggota kerabat.

Kebijakan visa khusus ini merupakan bagian dari reformasi ekonomi untuk mendorong peran swasta dalam membangun negara Kabah itu.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Izin industri di Arab Saudi akan berjangka waktu lima tahun

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan stabilitas dan keberlangsung sektor industri di negara Kabah itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Butuh fulus buat bayar dividen, Aramco terbitkan sukuk dolar senilai Rp 86,9 triliun

Aramco menjanjikan dividen US$ 75 miliar setahun kepada para investor setelah melakukan IPO sebanyak 1,5 persen pada Desember 2019.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline. (Twitter/@emirates)

Emirates Airline rugi Rp 78,7 triliun karena pandemi Covid-19

Sebelum pandemi Covid-19, Emirates Airline mempekerjakan 60.033 staf, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22 ribu kru kabin. Sekarang jumlah karyawan Emirates melorot menjadi 40.801 orang.





comments powered by Disqus