bisnis

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

24 Juli 2019 11:01

IMF (Dana Moneter Internasional) memprediksi Arab Saudi tahun ini mengalami defisit 6,5 persen dari produk domestik bruto, lebih dari perkiraan sebelumnya sebesar tujuh persen.

Meski begitu, prediksi IMF ini masih lebih tinggi ketimbang proyeksi defisit versi pemerintah Arab Saudi, yakni 4,2 persen.

Melalui keterangan tertulis Kamis lalu, IMF bilang konsolidasi fiskal dan beragam upaya buat menekan belanja masih merupakan faktor kunci meningkatkan cadangan fiskal.

Arab Saudi, perekonomian terbesar di Timur Tengah, mengalami defisit setelah harga minyak mentah global anjlok sejak 2014. Pada 2017, pertumbuhan ekonomi negara Kabah itu melorot untuk pertama kali dalam satu dasawarsa sejak krisis global terjadi.

Namun tahun lalu, ekonomi Arab Saudi tumbuh 2,2 persen berat sektor minyak. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.





comments powered by Disqus