bisnis

Kuwait defisit Rp 154 triliun

Pengeluaran untuk gaji pegawai negeri dan subsidi meliputi 75 persen dari total anggaran belanja negara.

30 Juli 2019 23:03

Kuwait mengalami defisit sekitar 3,35 miliar dinar Kuwait atau kini setara Rp 154,4 triliun di tahun anggaran berakhir 31 Maret lalu.

Ini merupakan defisit untuk tahun kelima berurutan. Tahun anggaran di Kuwait dimulai saban 1 Aprril hingga 31 Maret.

Melalui keterangan tertulis kemarin, Kementerian Keuangan Kuwait menjelaskan di tahun anggaran kemarin pendapatan negara sebesar 20,56 miliar dinar, namun pengeluaran naik 13,5 persen ke angka 21,85 miliar dinar.

Sedangkan pendapatan negara dari sektor non-minyak meningkat 24 persen menjadi 2,13 miliar dinar dan penerimaan dari minya melonjak 29 persen ke angka 18,4 miliar dinar.

Pengeluaran untuk gaji pegawai negeri dan subsidi meliputi 75 persen dari total anggaran belanja negara.

Kuwait mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada 2014.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Utang pemerintah Saudi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.430 triliun

Jadwa Investment Company memprediksi Saudi tahun ini mengalami defisit sebesar Rp 1.805 triliun atau 15,7 persen dari produk domestik brutonya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Penurunan cadangan devisa Saudi tercepat dalam 19 tahun

Saudi memproyeksikan defisit US$ 50 miliar tahun ini atau 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi ketimbang defisit tahun lalu sebesar US$ 35 miliar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.





comments powered by Disqus